Pedagang Subuh di Pasar Rangkasbitung Keluhkan Sewa Lapak Meja

0
Al khairiyah donasi

LEBAK – Sejumlah pedagang kaki lima yang berjualan waktu subuh (pasar subuh) di jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Rangkasbitung mengeluhkan sewa meja yang dilakukan secara paksa oleh oknum paguyuban PKL pasar Rangkasbitung. Bahkan, jika pedagang membawa meja sendiri meja tersebut akan dihancurkan serta diancam tidak boleh untuk berjualan lagi.

Fahdi Khalid, ketua PWI Kabupaten Lebak mengatakan, banyaknya laporan dan pengaduan pedagang membuat pihaknya jengah terhadap kelakuan oknum mengatas namakan paguyuban PKL dengan bergaya preman, karena mereka seenaknya saja menekan dan memaksa para pedagang agar menyewa meja setiap hari sebesar Rp 15 ribu. Padahal, para pedagang juga mampu untuk membuat meja baik dari kayu maupun dari besi.

“Penyewaan meja oleh oknum paguyuban PKL ini merupakan pemerasan terhadap pedagang, karena mereka melakukan dengan cara paksa serta dengan ancaman, ini harus dihentikan,” kata Fahdi Khalid, Senin (6/7/2020).

M. Adam

Menurutnya, para pedagang subuh setiap hari wajib menyewa meja sebesar Rp 15 ribu, jika menolak atau membawa meja sendiri, mereka akan mengancam dan merusak meja pedagang.

“Ini kan sudah gaya preman, kami akan bawa masalah ini ke ranah hukum, jika paguyuban ini masih bergaya preman,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Dedi Rahmat mengaku, pihaknya akan segera memanggil pengurus paguyuban PKL. Kata Dedi, memang keberadaan paguyuban PKL dibawah binaannya. Namun, tindakan kekerasan atau pemaksaan penyewaan meja itu diluar sepengetahuannya.

“Hari ini akan kita panggil pengurus paguyubannya, kami harap ini bisa selesai dengan cara kekeluargaan, sehingga para pedagang dapat kembali beraktifitas,” terang Dedi saat dikonfirmasi. (*/Lugay)

Helldy-Sanuji
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien