Dewan Pendidikan Sebut Sekolah Tatap Muka Masih Tak Aman untuk Siswa

0
Subhi ASDP Santri

SERANG – Di masa pandemi Covid-19, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu diperlukan guna membatasi banyak orang agar tak melakukan kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan.

Termasuk dengan sekolah tatap muka. Kegiatan belajar tatap muka masih dinilai tak aman lantaran berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Anggita Komisi Advokasi dan Hukum Dewan Pendidikan Provinsi Banten, Linda Mulyawati menyebut, jika Banten masih belum bisa dikatakan aman untuk melangsungkan sekolah tatap muka.

Ip-Sankyu-santri

“Karena kesehatan nomor 1, kecuali di wilayah tertentu yang sudah hijau itu pun tetap sesuai dengan aturan yang berlaku, misalnya menggunakan protokol kesehatan, jamnya di perpendek, masuknya dijadwal, ada batas maksimal jumlah siswa, jarak kursi juga diatur,” ujarnya saat dikonfirmasi Fakta Banten, Sabtu (19/9/2020)

Dengan demikian kata Linda, situasi saat ini di Banten masih perlu melakukan pembelajaran secara online. Terlebih juga diperlukan komunikasi yang aktif antara guru dan orang tua, agar dapat menemukan solusi yang baik.

“Komunikasi guru dengan orang tua sangat dibutuhkan agar pembelajaran online tidak menuai masalah baru, banyak orang tua yang mengeluhkan dengan keterbatasan gadget dan tidak pahamnya materi maupun sikap anak yang sulit diatur, hal ini perlu dicarikan solusi agar tidak muncul kasus kekerasan pada anak, hanya karena tidak sabar mendampingi belajar online,” pungkasnya. (*/Faqih)

Hipmi-lsm-dede
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien