Jurusan PNF Untirta Gelar Workshop Penerapan Model Pembelajaran Reflektif

Lmp-dindik-helldy

SERANG – Pandemi Covid-19 tidak menghalangi dosen Jurusan Pendidikan Non-Formal (PNF) FKIP Untirta untuk mengabdi pada masyarakat. Dengan mematuhi protokol kesehatan, Jurusan PNF Untirta menggelar workshop penerapan model pembelajaran reflektif bagi tutor pendidikan kesetaraan di Kota Serang yang diselenggarakan di PKBM Insan Madani di Desa Pancur, Kecamatan Taktakan, pekan lalu.

Ketua Jurusan PNF Untirta Ila Rosmilawati menyadari bahwa permasalahan dan tantangan yang dihadapi tutor pendidikan nonformal pada abad 21 bahwa tutor sebagai tenaga pengajar dituntut untuk selalu berpikir, memberi perhatian serius, dan pertimbangan mendalam tentang kejadian atau keputusan yang diambil didalam pembelajaran di kelas.

“Pembelajaran reflektif memiliki banyak kelebihan jika digunakan sebagai alternatif pembelajaran di pendidikan kesetaraan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah,” ungkapnya.

ks-ip-helldy

Selama workshop, para tutor dibekali pengetahuan tentang model pembelajaran reflektif sebagai pendekatan alternatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme tutor. Kemudian para tutor juga dilatih bagaimana merencanakan tindakan reflektif dalam pembelajaran, termasuk melakukan praktik refleksi. Para dosen Jurusan PNF Untirta menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan pendampingan kepada para tutur agar memiliki kemampuan dalam menyusun rencana pembelajaran berbasis reflektif.

“Bagaimana pun PKBM adalah motor penggerak pendidikan masyarakat dan kami ingin menjadi bagian dan berkontribusi bagi program-program pendidikan yang melayani mereka yang berada di luar pendidikan formal,” tutur Ila saat menutup kegiatan workshop.

Sebanyak 25 tutor pendidikan kesetaraan terlibat dalam kegiatan workshop. Salah satu peserta, Destri Fitriani, mengungkapkan bahwa sudah lama tidak diberikan pengayaan seperti ini karena sedikit sekali pihak yang konsen terhadap perkembangan pendidikan nonformal, termasuk pengembangan kompetensi tutor.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadinya pengembangan keprofesian tutor secara berkelanjutan sehingga mampu melaksanakan tugas mengajar sesuai dengan tuntutan penguasaan kompetensi tutor,” pungkasnya. (*/Red)

bb-pcm-helldy
Pagem