Refleksi HUT Banten Ke-20, GMNI Singgung Angka Pengangguran

0

SERANG – Cita-cita tentang kesejahteraan dan menghilangkan kesenjangan sosial yang dulu terjadi di Banten merupakan dasar dari segala keinginan seluruh warga Banten. Namun, terpisahnya Banten dari Jawa Barat sejak 20 tahun lalu masih belum bisa memberikan harapan yang nyata.

Sekjend GMNI Banten, Jimy Hajimy mengungkap bagaimana kegelisahannya tentang Banten di usianya yang ke 20 tahun. Menurutnya, prestasi buruk yang selalu dipertahankan oleh Banten adalah soal penganggurannya yang setiap tahun menempati urutan pertama se-Indonesia.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT di Banten pada Februari 2020 mencapai 8,01 persen atau total warga Banten yang menganggur sebanyak 489.216 orang.

“Selain itu kasus korupsi yang tidak menurun melainkan menunjukan angka peningkatan seolah menjadi gambaran tidak ada gunanya KPK memiliki Kantor di Kantor Gubernur Banten,” katanya dalam diskusi Lingkar Peradaban yang dilakukan secara daring pada Sabtu (10/10/2020).

Kemudian, Akademisi Untirta, Iksan Ahmad juga angkat bicara terkait usia Provinsi Banten yang ke-20. Dia menyebut bahwa watak kekuasan saat ini belum mampu beradaptasi di situasi new normal pada masa pandemi, termasuk kemampuan merespon kepentingan masyarakat.

“Lihat saja penanganan pendemi yang tidak koordinatif, tidak fokus dan yang terpenting program pemulihan ekonomi masyarakat akibat pandemi yang tidak jelas dan cendrung memihak pada pengusaha-pengusaha besar,” katanya.

Sementara itu Aktivis Perempuan Maya Muizatil Lutfillah, mengajak agar semua warga berperan untuk membangun kemajuan daerah. Termasuk perempuan juga diminta menjadi aktor intelektual dan konsisten di jalur perjuangan agar cita-cita kesejahteraan bagi perempuan di Banten dapat terwujud. (*/Faqih)

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi