Polres Pandeglang Selidiki Penyebab Kecelakaan di Bendungan Cikoncang

0
Hari guru IP IRT

SERANG – Polres Pandeglang Polda Banten melakukan Penyelidikan penyebab kecelakaan perahu wisata terbalik di TKP Objek Wisata Bendungan Cikoncang Kabupaten Pandeglang, Minggu (25/10/2020) jam 13.12 WIB

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar melalui Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menyampaikan bahwa pihak kepolisian sudah turun ke lokasi TKP kecelakaan perahu wisata untuk melakukan pengecekan, dan hasil pasti dari penyebab kecelakaan tersebut.

Mulia

“Polres Pandeglang sedang melakukan penyelidikan. Unit Identifikasi masih mencari hasil pasti dari penyebab kecelakaan tersebut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ” Kata Edy Sumardi.

Baca juga: Terkait Insiden Bendungan Cikoncang, Balawista Minta Pemkab Pandeglang Tanggung Jawab

Edy sumardi mengatakan peristiwa bermula sekitar pukul 13.12 WIB saat sekelompok wisatawan hendak berkeliling bendungan dengan perahu.

“Mereka naik perahu wisata melalui Pintu Desa Curug Ciung Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, lalu menetap di Warung Ibu Ika di Wilayah Curugciung. Sekitar jam 13.05 WIB naik perahu wisata di Wilayah Wisata Curug Ciung, kemudian sekitar jam 13.12 WIB perahu terbalik,” ujar Edy Sumardi.

Hari guru dindik

Edy Sumardi menjelaskan Perahu tersebut ditumpangi 30 orang termasuk nakhoda yaitu Mang Gutho

“Saat perahu berkeliling di tengah danau, di wilayah Ketapang, Kecamatan Wanasalam, diduga perahu tiba-tiba menabrak tunggul, kemudian terbalik, ” Kataa edy sumardi

Edy Sumardi menjelaskan seluruh penumpang berupaya menyelamatkan diri, Tiga orang meninggal, yang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat hingga ke darat.

penumpang dan semua korban sudah dapat dievakuasi, 3 orang meninggal dunia yaitu Fatma Bin Wawwi (12), Nufa Bin Wawwi (9), Ruhi Binti Mail (20) warga Kp. Babakan Bandung Desa Cikiruhwetan Kecamatan Cikeusik, ” Ujar Edy Sumardi.

Terakhir edy sumardi berpesan kepada pemilik perahu agar mengutamakan keselamatan penumpang, dan harus memenuhi layak jalan, standar alat keselamatan memenuhi serta penjaga wisatanya pun memiliki sertifikat keselamatan wisata tirta,

“perahu wisata yang digunakan idealnya hanya mampu mengangkut 9-12 penumpang saja.” tutup Edy Sumardi (*/Red)

Paud kpu
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien