Calon Tunggal, Ketua Terpilih Karang Taruna Cilegon Dinilai Prematur dan Janggal

0
Hari guru IP IRT

CILEGON – Terpilihnya Ahmad Mahdi sebagai Ketua Karang Taruna Kota Cilegon secara aklamasi dalam Temu Karya Daerah Karang Taruna (TKD) ke-V Kota Cilegon sesi 2, ternyata dinilai ada kejanggalan dalam prosesnya.

Mahdi Arj, yang sempat mencalonkan diri saat TKD Ke-V sesi 1, menilai bahwa diselenggarakannya TKD V sesi 2 yang sebelumnya sempat deadlock ini terlalu kental nuansa politis.

Mulia

“Gak mungkin gak ada ya, kalau informasi dana hibah untuk Ormas dan OKP luar biasa di tahun 2021 nanti. Bisa saja itu misi dari beberapa kepentingan-kepentingan didalam Karang Taruna,” kata pria yang akrab disapa Mahdi Besar atau Mabes ini, Jum’at (30/10/2020).

Selain itu, Mahdi Besar juga menyesalkan bahwa Ketua Karang Taruna terpilih masih memegang sejumlah jabatan di lembaga lain seperti Ketua Komisi Informasi Masyarakat (KIM) dan juga Ketua Karang Taruna tingkat Kecamatan.

Diketahui, dalam TKD V Sesi 2 kemarin, dua calon ketua yang sebelumnya sempat berkontestasi, yakni Mahdi Besar dan Hasanudin, tapi tanpa alasan jelas ternyata tidak melanjutkan pencalonannya kembali.

Karena itu, proses pemilihan dengan format calon tunggal dan aklamasi adalah sesuatu yang janggal, bagi organisasi sebesar Karang Taruna tingkat Kota.

Hari guru dindik

“Ketua terpilih itu kader baru, masuk bulan Juni tahun 2016 dan akhirnya 2018 mencalonkan diri menjadi Ketua KT Kecamatan Ciwandan, dan terpilih menggantikan Sambas. Kok tiba-tiba bisa tanpa persaingan saat mencalonkan diri jadi Ketua KT tingkat kota. Saya nilai masih prematur,” ungkap Mabes.

Baca juga: Aklamasi, Relawan Ati-Sokhidin jadi Ketua Karang Taruna Kota Cilegon

Sebagai seorang yang mencalonkan diri saat TKD V Sesi 1, Mabes mengaku tak pernah dihubungi panitia pelaksana soal adanya TKD Sesi 2.

“Saya bukan pengurus lagi sejak 5 September, dan LPj sudah diterima, saya cuma kader biasa,” imbuhnya, seraya menduga bahwa panitia TKD dan sejumlah pengurus KT kecamatan mendapatkan tekanan dari kubu tertentu, sama halnya seperti saat kasus penculikan peserta pada TKD ke-V Sesi 1.

Selain bermasalah dari sisi prosedur pelaksanaan TKD V Sesi 2, Mabes juga melihat terpilihnya ketua baru ini cacat aturan, mengingat pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Karang Taruna ada klausul yang mewajibkan calon Ketua Karang Taruna, telah melewati satu periode masa jabatan.

“Kalau pun ada aturan hasil Temu Karya Nasional di Juni lalu, yang memperbolehkan, belum kita terima soal itu, berarti nginduk aturan lama soal ini. Ketua yang terpilih ini kan belum satu periode di Kecamatan Ciwandan,” tandasnya.

Perlu diketahui, Ketua Karang Taruna Cilegon terpilih ini merupakan pendukung calon walikota dan wakil walikota Cilegon incumbent yakni pasangan Ratu Ati Marliati – Sokhidin, dimana Ahmad Mahdi adalah Ketua Relawan Jaringan Ati Marliati (JAM). (*/A.Laksono)

Paud kpu
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien