Ratu Ati Sebut Sawah di Cilegon Masih Banyak, Tidak Pernah Kekurangan Beras, Benarkah?

0
Hari guru IP IRT

CILEGON – Calon Walikota Ratu Ati Marliati menyebut bahwa lahan pertanian sawah masih cukup banyak di Kota Cilegon sehingga mampu memenuhi bahan pangan khususnya kebutuhan beras bagi masyarakat.

Hal ini diungkapkan Ati saat menanggapi penjelasan calon walikota nomor urut 1 Ali Mujahidin yang menjelaskan programnya di bidang pertanian yang akan membentuk BUMD.

Mulia

Menurut Ati, selama ini pertanian di Cilegon sudah mendapat perhatian serius dari Pemerintah.

“Di Cilegon itu bukan berarti tidak ada sawah, sawah di Cilegon itu masih cukup banyak, karena kita ada regulasi bagaimana lahan pertanian itu tidak boleh dialihfungsikan untuk industri dan lain sebagainya,” ujar Ati.

“Hanya yang paling penting adalah bagaimana kita memanfaatkan lahan pertanian ini dengan segala aspek-aspek yang diperlukan. Pertama dari sarana prasarananya, kemudian juga dari SDM-nya, kemudian yang berikutnya adalah pemasaran dari pada hasil produk-produk pertanian. Kami dari Pemerintah yang lalu kita sudah mengupayakan hal-hal semacam itu, sehingga sampai saat ini Cilegon tidak pernah kekurangan tentang pertanian untuk beras,” jelas Ati.

Ati juga mengungkapkan ketidaksetujuannya atas program pembentukan BUMD berbasis industri pertanian, sebagaimana disampaikan oleh Haji Mumu.

Hari guru dindik

“Nah ini yang tentunya harus kita fikirkan, kalau untuk BUMD terkait dengan ketahanan pangan ini membutuhkan regulasi yang cukup tinggi dan tidak mudah, karena BUMD menggunakan dana operasional yang cukup tinggi dan lain sebagainya. Kita harus fikirkan dari mana anggaran seperti ini, lebih baik kita memaksimalkan dinas terkait dengan sarana-sarana yang ada,” tandas Ati.

Diberi kesempatan untuk kembali menanggapi pernyataan Ratu Ati, calon Walikota Ali Mujahidin langsung membantah soal klaim keberhasilan pertanian di Cilegon.

“Faktanya pertanian di Cilegon tidak mencukupi hasil taninya untuk stok kebutuhan pangan Cilegon. Kenapa, karena banyak petani di Cilegon ini bertani palawija, bukan petani beras untuk stok pangan. Dan saya kira, lahan-lahan di Cilegon kualitas tanahnya sudah tidak subur lagi, karena selama ini terpengaruh dengan limbah industri dan sebagainya,” ungkap Haji Mumu.

Calon Walikota yang berpasangan dengan Artis Lian Firman ini juga meyakini bahwa programnya membentuk BUMD berbasis industri pertanian akan mampu menambah pendapatan asli daerah.

“Saya kira dengan dibuatnya BUMD itu tidak ada salahnya, selama BUMD itu berorientasinya pertama, untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, yang kedua bisa menambah PAD (pendapatan asli daerah). BUMD kan boleh berorientasi mengambil keuntungan, keuntungan itulah yang kemudian menjadi deviden yang bisa diharapkan menjadi penambahan bagi kas daerah, bagi pendapatan asli daerah,” tegasnya.

Soal strategi bisnis BUMD Pertanian ini, Haji Mumu juga siap mendorong agar BUMD milik Cilegon nantinya bisa mencari peluang usaha di daerah lain.

“BUMD-nya BUMD milik Cilegon, usahanya bisa dimana saja, lahannya bisa dimana saja. Justru yang jadi masalah itu, BUMD di Cilegon yang cuma jadi perusahaan yang jago kandang, terus menerus disuapi oleh Pemerintah Daerah. Itu yang selama ini jadi masalah,” pungkasnya. (*/Red/Rizal)

Paud kpu
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien