Dugaan Perusahaan Pemenang Tender JLU Bermasalah, Ini Kata Asda II Cilegon

Lmp-dindik-helldy

CILEGON – Dugaan perusahaan pemenang tender, Proyek Pembentukan Badan Jalan Lingkar Utara (JLU) disalah satu titik tertentu yang diduga bermasalah. Masih belum menemui titik terang, meskipun Asisten Daerah (Asda) II Kota Cilegon angkat bicara terkait dugaan proyek dengan nilai pagu paket mencapai Rp 8.123.190.000,00 ini.

Asda II Kota Cilegon Tb. Dzikrie Maulawardana mengatakan, Ia mendapatkan informasi dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis DPUPR) Kota Cilegon bahwa, pemenang proyek tersebut tak bermasalah.

“Sebaiknya cek di laman LKPP terkait masa berlaku blacklist (daftar hitam), apakah yang bersangkutan masih dalam masa sanksi. Atau sudah berakhir masa sanksinya,” kata Dzikrie melalui pesan singkat, Senin (23/11/2020).

Ia juga menyarankan, agar menghubungi Kadis PUPR Kota Cilegon, untuk informasi lebih jelasnya. Sementara, untuk pertanyaan terkait proses pelelangan, hal tersebut bukan kompetensinya untuk menjawab atau menjelaskan.

ks-ip-helldy

“Yang berhak menjawab itu Kabag Barjas atau Dinas teknisnya,” pungkasnya.

Sementara itu, saat wartawan mendatangi Kantor Barjas Kota Cilegon, menurut keterangan pegawai disana, saat ini Kabag dan Pejabat terkait sedang ada kegiatan di Anyer, Kabupaten Serang, hingga 27 November 2020. Selain itu, Kadis PUPR tak menjawab telpon wartawan.

Perlu diketahui, ada 92 perusahaan yang mengikuti tender tersebut. Dimana, proyek ini dimenangkan salahsatu perusahaan yang berada di jalan Suryalaya Barat IV NO.16, Kota Bandung, Jawa Barat. Dengan harga reserve auction sekitar Rp 7,4 Milyar.

Sementara itu, Perusahaan tersebut mendapat usulan penetapan daftar hitam, bersama salah satu perusahaan lain, yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama UIN Antasari Banjarmasin. Saat mengerjakan pembangunan laboratorium keagamaan, dan pembuatan ruang dosen dengan nilai sekitar Rp. 35 Milyar. (*/A.Laksono).

bb-pcm-helldy
Pagem