Jelang 1 Desember, Pelajar dan Mahasiswa Papua di Banten Serukan Kedamaian

Lmp-dindik-helldy

SERANG – Menjelang 1 Desember 2020 mendatang, tak sedikit masyarakat Papua yang akan memperingatinya. Orang Papua menganggap 1 Desember sebagai hari penting secara politik karena terkait kemerdekaan mereka.

Untuk menyongsong momentum itu, Hanok Simes, yang mewakili seluruh mahasiswa dan pelajar Papua yang berada di wilayah Provinsi Banten, menyatakan sikap bawah tak akan melakukan aksi dalam bentuk apapun.

“Dan saya juga berharap kepada seluruh mahasiswa dan pelajar Papua yang berada di wilayah Provinsi Banten, agar tetap menjaga kedamaian antara sesama bangsa Indonesia pada 1 Desember 2020,” ujar Hanox dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/11/2020)

“Maka dengan itu sebagai mahasiswa dan pelajar Papua yang berada di wilayah Provinsi Banten kita harus fokus kepada tujuan kita untuk belajar, jangan kita terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Karena orang tua kita di Papua mempunyai harapan bawah kita di Banten sedang belajar dengan baik,” sambungnya.

Menurut Hanok, sebagai putra dan putri Papua yang sedang menuntut ilmu, kushusnya di wilayah Provinsi Banten, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sangatlah penting.

ks-ip-helldy

“Inilah yang harus ditanggapi secara bijak, jangan sampai terprovokasi dengan oknum-oknum yang mempunyai kepentingan tertentu,” ucapnya.

Kemudia Hanok menyebut, terkait Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II yang belakangan ini telah disuarakan merupakan kebijakan dan program yang diluncurkan pemerintah pusat bagi tanah Papua. Dan itu adalah salah satu keistimewaan bagi tanah Papua.

“Cukup banyak anak anak Papua yang berpendididikan sampai di perguruan tinggi melalui dana Otsus, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Sedangkan pada sektor kesehatan lanjutnya, dana Otsus bermanfaat bagi peningkatan layanan baik di dalam kota maupun wilayah pedalaman dan terpencil.

“Melalui dana Otsus juga, pemerintah daerah bisa membangun infrastruktur seperti jembatan, jalan, serta sarana dan prasarana lain, termasuk program pemberdayaan bagi masyarakat asli Papua,” pungkasnya. (*/Faqih)

bb-pcm-helldy
Pagem