Pengembangan Keterampilan Membaca

Lmp-dindik-helldy

Oleh : M. Asholahudin, M.Pd (Guru SMP 6 Cilegon dan Mahasiswa S3 Pendidikan Untirta)

Pada dasarnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Dalam hal ini, belajar bahasa menekankan pada empat aspek keterampilan berbahasa, yakni : menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh pelajar adalah keterampilan membaca.

Pada abad sekarang ini hampir di segala sektor kehidupan terjadi perubahan yang sangat cepat, bahkan hampir tak terduga. Menurut Subyantoro (2011) untuk memperoleh informasi dari sumber manapun ada satu kemampuan yang dituntut dan tak berubah yaitu keterampilan membaca.

Menurut Herlinyanto (2015) membaca merupakan proses memahami dan menemukan makna yang terkandung dalam bahan bacaan. Pengenalan makna kata sesuai dengan konteksnya merupakan syarat awal yang diperlukan untuk memahami pesan yang terdapat dalam bahan bacaan.

Menurut Nurhadi (2018) dalam pengertian sempit, membaca adalah kegiatan memahami makna yang terdapat dalam tulisan, sementara dalam pengertian luas, membaca adalah proses pengolahan bacaan secara kritis- kreatif yang dilakukan pembaca untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang bacaan itu, yang diikuti oleh penilaian terhadap keadaan, nilai, fungsi dan dampak bacaan itu.

Menurut pengertian yang sempit, kegiatan membaca dibatasi pada proses memaknai bahasa tulis, yaitu kata, kalimat, dan paragraf yang mengandung pesan penulis yang harus “ditangkap” pembaca. Jika pembaca telah mengerti maksud dan pesan penulis, pembaca telah dianggap berhasil. Menurut pandangan yang luas, membaca dipandang sebagai kegiatan mengolah ide. Maksudnya, bacaan tidak sekadar mengandung pesan tertulis, tetapi pesan itu harus diolah lagi. Melalui kegiatan berfikir kritis dan kreatif, pembaca menafsirkan makna bacaan yang lebih mendalam.

Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik maupun mahasiswa yang ingin menguasai bahasa asing. Keterampilan ini harus dipelajari secara maksimal agar kemampuan teruji dan mumpuni. Berbagai macam teknik dan strategi diberikan oleh para ahli bahasa agar difahami oleh semua pelajar agar kemampuan mereka semakin meningkat.

Menurut Ermanto (2019) membaca merupakan suatu keterampilan. Karena suatu keterampilan, membaca itu bisa dikembangkan dengan banyak berlatih. Suatu keterampilan harus dilatih dengan pemahaman teori yang memadai, serta menggunakan kiat, cara, strategi, dan teknik yang maksimal.

Keterampilan membaca sangat penting dan lebih unggul untuk menyerap informasi dan ilmu pengetahuan, yang dapat melintasi ruang dan waktu. Informasi dan ilmu pengetahuan pada umumnya selalu didokumentasikan dalam bentuk bacaan. Karena itu, keterampilan membaca sudah seharusnya menjadi keterampilan yang perlu dan penting dikuasai oleh semua orang.

Seseorang mampu membaca bukan karena kebetulan saja, akan tetapi karena seseorang tersebut belajar dan berlatih membaca teks yang terdiri atas kumpulan huruf-huruf yang bermakna. Di dalam kegiatan membaca, yang kita baca adalah lambang atau tulisan yang bermakna. Dalam hal ini, lambang atau tanda atau tulisan tersebut dapat berupa kumpulan huruf yang membentuk kata, kumpulan kata yang membentuk kelompok kata dan kalimat, kumpulan kalimat yang membentuk paragraf, dan kumpulan paragraf yang membentuk wacana yang utuh.

Menurut Farr (Dalman: 2017) mengemukakan, “ reading is the heart of education”, yang artinya membaca merupakan jantung pendidikan, dalam hal ini, orang yang sering membaca, maka ia akan memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas. Tentu saja hasil membacanya itu akan menjadi skemata baginya. Skemata ini adalah pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki seseorang. Hal inilah yang melatarbelakangi banyak orang yang mengatakan bahwa membaca sama dengan membuka jendela dunia. Dengan membaca kita dapat mengetahui seisi dunia dan pola berfikir kitapun akan berkembang.

Menurut Ratmaningsih (2019) ada dua proses yang terkait dengan membaca yaitu pengenalan kata dan pemahaman. Pengenalan kata adalah proses mengenali simbol-simbol yang digunakan untuk mengekspresikan bahasa, dan pemahaman adalah proses memaknai kata, kalimat, dan teks.

Tujuan membaca tertentu menuntut teknik membaca tertentu pula. Ada bebera macam variasi tujuan membaca menurut Dalman (2017) yaitu : membaca untuk tujuan studi (telaah ilmiah), membaca untuk tujuan menangkap garis besar bacaan, membaca untuk mengisi waktu luang, dan membaca untuk mencari keterangan tentang suatu istilah.

ks-ip-helldy

Sedangkan tahap-tahap membaca menurut Nurhadi (2018) kegiatan membaca meliputi beberapa tahap, diantaranya :

a. Tahap Prabaca
Tahap prabaca dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi membaca dan mengaktifkan skemata yang dimiliki pembaca. Kegiatan pengaktifan skemata berguna untuk meningkatkan pemahaman pembaca terhadap materi bacaan dan membangun pengetahuan baru.

b. Tahap saat Baca
Tahap saat baca adalah tahap utama dalam membaca. Pada tahap ini, seseorang mengerahkan kemampuannya untuk mengolah bacaan menjadi sesuatu yang bermanfaat

c. Tahap Pascabaca
Tahap pascabaca adalah tahap akhir kegiatan membaca. Pada tahap ini, seseorang melakukan suatu perbuatan atau mengubah sikap mental karena dorongan hasil membaca.

Menurut Harmer (Ratmaningsih, 2019) mengemukakan enam prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam pembelajaran membaca diantaranya sebagai berikut :

a. Mendorong pembelajar membaca sebanyak mungkin. Membaca bukanlah proses yang pasif, melainkan sebuah proses aktif, yaitu pembelajar bahasa secara aktif membaca teks, memaknai kata, melihat gambar dan kata serta memaknai argumen yang terjadi dalam kelas.

b. Pembelajar harus terlibat dalam teks yang dipelajari, sehingga guru harus dapat memilih teks yang topiknya dikenal dan menarik, yang dapat mendorong mereka tertarik membaca.

c. Pembelajar harus didorong untuk merespons isi teks, bukan hanya tata bahasa.

d. Prediksi merupakan kegiatan utama dalam membaca. Dalam membaca suatu teks, sampul muka, judul, gambar, dan lain-lain dapat memberikan petunjuk untuk memprediksi isi buku.

e. Menyesuaikan dengan topik, yaitu dalam menentukan materi membaca, guru harus memikirkan dan memilih materi bacaan yang sesuai dengan tugas.

f. Mengeksploitasi teks secara maksimal, artinya guru harus dapat memanfaatkan teks yang dipilih secara maksimal dalam berbagai kegiatan mulai dari membaca teks, berdiskusi dan tugas lanjutan lainnya, dan kemudian menggunakan bahasa.

Menurut Ghazali (2013) membaca dalam kelas pengajaran bahasa kedua mencakup masalah seperti jenis teks, karakteristik pembaca, pendekatan pengajaran dan membaca sebagai proses interaktif. Membaca bacaan dalam bahasa kedua akan menghadapkan siswa pada banyak genre, mulai dari genre sastra sampai pada materi orientasi seperti jadwal, peta dan gambar-gambar yang diberi keterangan.

Usaha peningkatan keterampilan membaca harus terus dilatih secara bertahap dan berjenjang. Sehingga dengan latihan yang bertahap dan menggunakan strategi yang bagus, diharapkan keterampilan membaca peserta didik semakin meningkat untuk memperluas pengetahuan. (***)

bb-pcm-helldy
Pagem