Tahun 2021 : Harapan Baru Dunia Pendidikan

2 indocement

Oleh : M. Asholahudin, M.Pd (Guru SMP 6 Cilegon dan Mahasiswa S3 Pendidikan Untirta)

Pada tahun 2020 kemarin, pendidikan di Indonesia diberlakukan pembelajaran via daring di mulai dari bulan Maret sampai dengan akhir Desember karena adanya wabah Covid-19. Diberlakukannya sistim metode pembelajaran melalui daring, banyak memunculkan metode pembelajaran yang masih asing bagi peserta didik terutama pendidikan dasar.

Berbagai macam proses pembelajaran yang biasanya di dalam kelas, beralih ke dunia maya antara guru dan peserta didik. Tidak hanya di pendidikan dasar, juga pendidikan menengah dan perguruan tinggi juga berdampak pada pembelajaran via daring. Bagi mahasiswa belajar melalui daring awalnya mengalami kesulitan tetapi berjalannya waktu semakin meningkatkan pola adaptasi terhadap metode pembelajaran daring via google meet, zoom, dan lain sebagainya.

3 knpi

Dampak dari pemberlakuan sistem daring juga, begitu antusiasnya perguruan tinggi mengikuti program-program webinar yang diselenggarakan oleh Universitas. Kegiatan  webinar itu bahkan fantastis pesertanya mencapai ribuan peserta. Dan ini jarang terjadi ketika diadakan dengan pola berada di ruangan atau audiotorium kampus. Program webinar seperti ini perlu dilanjutkan dan ditingkatkan kembali agar pengetahuan manusia semakin baik sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing.

Bagaimana harapan warga negara terhadap dunia pendidikan tahun 2021? Tentunya harapan yang terbaik yang diharapkan. Menurut Rahyubi (2014) adalah fakta yang tak dapat dipungkiri bahwa kualitas, kemajuan dan masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kondisi pendidikannya. Negara-negara maju, sangat ditopang oleh kondisi dan pengelolaan pendidikan yang baik dan berkualitas. Kualitas pendidikan sangat menentukan kondisi bangsa dan negara, karena melalui pendidikanlah segala hal yang berharga bisa diperoleh, dikelola, dan dilakukan. Misalnya berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Pengetahuan menyangkut segala macam ilmu dan pengetahuan yang sangat berguna untuk memperluas wawasan, memperkaya perspektif, meraih kearifan hidup. Keterampilan adalah aplikasi ilmu dan pengetahuan dalam praktik dan tindakan nyata. Sementara, karakter berkaitan dengan watak, sifat, kepribadian, etos yang baik, unggul dan mulia.

citra

Karakter suatu bangsa mencakup kebaikan, kejujuran, empati, sikap kritis, sikap sportif, kedisiplinan, keuletan, kerja keras (juga kerja cerdas), integritas, keberanian, ketangkasan, kecepatan, progresifitas, suka menolong, dan hal-hal baik lainnya. Dalam jangka panjang, mendalam, dan fundamental (mendasar), karakter tersebut lambat laun akan menjelma menjadi kultur atau budaya suatu bangsa.

Tahun 2021 merupakan tahun yang sangat menentukan bagi dunia pendidikan di Indonesia, karena akan ada kebijakan-kebijakan baru yang ingin diterapkan, diantaranya :

4 sgi
  1. Apakah sistem pembelajaran daring atau tatap muka? Pertanyaan ini kerap sekali muncul dalam diskusi-diskusi ilmiah. Pembelajaran tatap muka merupakan proses pembelajaran yang ditunggu oleh semua level jenjang pendidikan: jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Proses pembelajaran via daring menghasilkan proses hasil belajar berupa kognitif atau pengetahuan saja, sedangkan kemampuan afektif dan psikomotor kurang diperhatikan. Wacana yang akan dilakukan oleh kemendikbud adalah akan dilakukan pembelajaran via tatap muka. Pembelajaran tatap muka ini merupakan kebijakan yang sangat ditunggu- tunggu oleh semua peserta didik bahkan orang tua peserta didik. Dari mulai bulan Maret sampai dengan bulan Desember menggunakan sistem pembelajaran via daring akibat adanya wabah Covid-19.
  2. Tahun 2021 merupakan akan diuji coba program dari kemendikbud terkait pelaksanaan program Assesmen nasional (AN). Mulai dari pendidikan Dasar (SD dan SMP) sampai pendidikan Menengah. Program Assesmen nasional ini akan menggantikan program UNBK yang sudah berjalan beberapa tahun ke belakang. Assesmen nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimal (AKM), Survey karakter dan Survey Lingkungan. AKM mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif. Yang mengikuti asesmen adalah peserta didik. Survey karakter mengukur sikap, kebiasaan dan nilai-nilai sebagai hasil belajar non kognitif. Yang mengikuti survey karakter adalah peserta didik dan guru. sedangkan Survey lingkungan belajar adalah mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran. Yang mengikuti survey lingkungan adalah kepala satuan pendidikan.

Menurut UNESCO (Hidayat, 2019) mencanangkan empat pilar pendidikan abad ke-21 yang perlu diterapkan konsepnya dalam pendidikan nasional, yaitu :

  1. Belajar Untuk Mengetahui (learning to know)
  2. Belajar untuk melakukan sesuatu/belajar terampil (learning to do)
  3. Belajar untuk menjadi seseorang/pribadi (learning to be)
  4. Belajar untuk menjalani kehidupan bersama (learning to live together)

Menurut Helmawati (2019:19) mendapatkan pendidikan merupakan hak asasi manusia. Pemerintah mengatur tentang pendidikan di Indonesia. Bagaimana pendidikan menjadi perhatian penting termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945. Undang-Undang Sistim pendidikan nasional, dan peraturan pemerintah. Fungsi dan tujuan pendidikan dinyatakan dengan jelas, selain itu, komponen utama pendidikan disusun dalam standar pendidikan di Indonesia.

Yang harus dilakukan selanjutnya adalah bagaimana mengimplementasikan seluruh aturan yang sudah dibuat dalam proses pendidikan sesuai standar yang ditetapkan hingga hasilnya minimal akan sesuai dengan standar atau melebihi standar nasional. Ini perlu komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, stake holder dan masyarakat.  

Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sedemikian pesatnya dan memunculkan tuntutan baru dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam sistim pendidikan. Tuntutan tersebut menyangkut pembaruan dalam sistim pendidikan, di antaranya pembaruan kurikulum, yaitu diversifikasi kurikulum untuk melayani peserta didik dan potensi daerah beragam, diversifikasi jenis pendidikan yang dilakukan secara profesional, penyusunan standar kompetensi tamatan yang berlaku secara nasional dan daerah menyesuaikan dengan kondisi setempat. Penyusunan standar kualifikasi pendidik yang sesuai dengan tuntutan pelaksanaan tugas secara profesional, penyusunan standar pendanaan pendidikan untuk setiap satuan pendidikan sesuai prinsip-prinsip pemerataan dan keadilan, pelaksanaan manjemen pendidikan berbasis sekolah dan otonomi perguruan tinggi, serta penyelenggaraan pendidikan dengan sistim terbuka dan multimakna.

Keberhasilan pendidikan ditandai dengan berkembangnya 3 (tiga) aspek yang melekat pada diri manusia, yaitu aspek jasmani, rohani, dan akal. Jika ketiga aspek tersebut terpenuhi, maka dapat dikatakan pendidikan itu akan menghasilkan manusia yang seutuhnya dan manusiawi. Selain sehat jasmani, cerdas akalnya juga memiliki keterampilan, dan yang paling utama adalah sehat rohaninya. Sehat rohaninya berimplikasi pada akhlak atau tingkah laku yang mulia sehingga akan memiliki sifat-sifat kemanusiaannya. Tidak bisa hanya satu aspek saja yang dikembangkan. Ketiga aspek saling menguatkan satu sama lain untuk membentuk manusia seutuhnya. (***)

KDL KBS
IRT