Categories
SERANG

Komisi II DPRD Kecewa Gugus Tugas Pemkot Serang Tak Pernah Koordinasi

SERANG – Kinerja Satgas Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Serang Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tak henti-hentinya mendapatkan kritikan dari berbagai pihak. Hal lantaran keputusan yang dijalankan tidak sesuai dengan ekspektasi pihak lainnya.

Hal itu dirasakan oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Pujiyanto. Dirinya merasa kecewa kepada Satgas Gugus Tugas Covid-19. Kekecewaan tersebut lantaran pihaknya sebagai Komisi yang membidangi mengenai kesehatan tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan dalam penanganan Covid-19 di Kota Serang.

Bahkan, ironisnya kata dia, sejak ditetapkannya Kejadian Luar Biasa (KLB) Gubernur Banten Wahidin Halim pada tanggal 14 Maret 2020, pihaknya tidak pernah diundang rapat oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau tim Gugus Tugas.

“Komisi II itu tidak pernah dilibatkan oleh gugus tugas, dan saya sangat kecewa terhadap gugus tugas yang dimana kami adalah mitra OPD terkait. Sedih rasanya, walaupun status belum ditetapkan di Kota Serang, tapi banyak masyarakat yang terkena dampak walaupun belum ada yang terinfeksi corona,” kata Pujiyanto kepada awak media, Kota Serang, Kamis (2/4/2020).

Selain itu, dirinya juga mempertanyakan penanganan terhadap Orang Dalam Pantauan (ODP) di Kota Serang yang mencapai angka 102 orang. Karena, saat ini Gugus Tugas Covid-19 tidak pernah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai ODP yang rentan statusnya menjadi PDP atau lebih ngerinya menjadi postif Corona.

“ODP yang rentan itu yang seperti apa, ini harus disampaikan bahkan ada kemungkinan menjadi PDP harus dijelaskan dan gimana penanganannya. Karena penanganannya sangat penting. Jangan sampai naik statusnya. Apakah saat ini kita tahu orang yang berkeliaran itu terjangkit atau tidak,” tandasnya. (*/Ocit)

Categories
SERANG

Dinilai Gamang, Sikap Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Serang Perlambat Proses Pencarian Anggaran

SERANG – Wakil Ketua II DPRD Kota Serang Roni Alfanto melontarkan kritikan keras kepada Satgas Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Serang. Hal itu lantaran kinerja tim pencegahan dan penanggulangan wabah dahsyat ini terbilang lelet dalam mengambil keputusan.

Dalam kritikannya, Roni mempertanyakan progres penanganan Covid-19 di Kota Serang. Karena, jika langkahnya lamban dan jalan ditempat maka akan berisiko pada Pandemi Covid-19 yang dikhawatirkan meluas sampai ke Kota Serang.

Padahal, kata dia, sejauh ini pihaknya sudah berusaha dari segi budgeting untuk membantu Pemkot Serang dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah ini. Apalagi, saat ini Pemkot Serang sudah melakukan pergeseran anggaran yang nilai cukup fantastis.

“Dari segi anggaran pun yang ada pergeseran anggaran pun secara prosedural akan membantu. Kita juga sudah tahu anggaran yang disiapkan Rp 20 miliar sudah untuk ditransfer ke Dinkes Rp 8,3 miliar, DLH Rp 5 miliar, Disperindaginkop UMK Rp 450 juta dan Satpol PP Rp 718 juta,” kata Roni Alfanto seusai melakukan rapat koordinasi antara DPRD dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang digedung paripurna Kota Serang, Kamis (2/4/2020).

Akan tetapi, lanjut Roni, anggaran tersebut belum digunakan, karena masih adanya kegamangan tentang penetapan status Covid-19 di Kota Serang. “Saya sangat menyayangkan. Tapi dengan rapat tadi kita sudah meyakinkan untuk mendorong mereka untuk segera bertindak. Jangan hanya uang ditransfer tapi tidak digunakan. Sedangkan, masyarakat Kota Serang sangat membutuhkan tindakan cepat untuk penanganan Covid-19 ini,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong kepada pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang untuk segera menetapkan status Kota Serang tentang Covid-19. Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses pencairan anggaran untuk penanganan wabah ini.

“Ketika statusnya jelas ini kan akan berhubungan dengan keuangan yang akan dicairkan, tapi ternyata tadi belum ada kepastian tentang statusnya. Tapi minimal dengan desakan DPRD kita bisa mendapat jawaban. karena masyarakat sangat membutuhkan tindakan nyata,” tegasnya. (*/Ocit)

Categories
SERANG

Rapat Koordinasi dengan DPRD, Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Serang Dihujani Kritikan

SERANG – Gugus Tugas Penanganan kasus Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dicecar dan dihujani kritikan saat melaksanakan rapat koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Kamis (2/4/2020).

Salah satunya pertanyaan itu datang dari Fraksi PKS Tb Ridwan Ahmad. Pada kesempatan itu dirinya mempertanyakan status Kota Serang dalam wabah Covid-19. Karena, sampai saat ini Tim Gugus Tugas Covid-19 tidak menentukan status tersebut

“Saya dari Fraksi PKS kecewa kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 karena belum memutuskan statusnya apa dalam wabah ini KLB atau siaga darurat bencana kah karena masyarakat dan kita nunggu ini,” kata Ridwan.

Jika ini tidak kunjung ditentukan. Maka, ujar dia, anggaran lainnya untuk menangani wabah ini tidak bisa dicairkan. “Kalau seperti ini anggaran BTT gak akan cair, segera lakukan penetapan status jangan seperti ini,” ujarnya.

Cecaran pertanyaan lainnya juga datang dari Fraksi Partai Golkar Muji Rohman, menurut dia penentuan status wabah ini di Kota Serang menjadi hal yang penting untuk segera ditentukan. Karena jika tidak maka akan berdampak pada sektor lainnya.

“Ini menjadi titik masalah krusial yang terjadi di Kota Serang. Hari ini harus segara dipustuaskan, kalau ini sudah maka anggaran untuk penanganan Covid-19 bisa terus didorong,” ungkapnya.

Kemudian, kritikan selanjutnya datang dari Fraksi Partai NasDem Jumahdi, pada kesempatan itu dirinya mempertanyakan rincian anggaran untuk penanganan Covid-19. Karena selama ini belum ada penjelasan secara detail anggaran itu didapatkan dan diperuntuhkan untuk apa.

“Anggarannya dari mana saja, untuk apa saja, jangan sampai kita gagap dalam penanganan Covid-19 ini. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Pantauan dilapangan, dalam rapat tersebut dihadiri ketua Gugus Tugas Covid-19 beserta jajarannya, unsur Pimpinan DPRD Kota Serang, Wakil Walikota Serang, Unsur Kepolisian dan TNI.(*/Ocit)

Categories
SERANG

Ekonom Usulkan Banten Karantina Wilayah Sebelum Terlambat

SERANG – Pendemi Virus Corona atau Covid-19 terus menunjukkan peningkatan setiap hari. Kondisi tersebut membuat pakar ekonomi Banten Rizqullah angkat atas solusi permasalahan yang melanda Negara Republik Indonesia termasuk Provinsi Banten.

Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19 makin meluas, pemerintah harus segera melakukan langkah strategis salah satunya dengan melakukan karantina wilayah. Namun, dalam menerapkan strategi itu harus melibatkan semua elemen masyarakat bukan banya Pemprov Banten dan Pemkab maupun Pemkot tapi para pengusaha dan dermawan perlu diikuti sertakan.

Hal itu, dilakukan semata-mata untuk sama-sama mengatur dan merencanakan solusi apabila dilakukan karantina wilayah. “Perlu dibicarakan bersama, tidak mungkin Pemda bisa mengatasi sepenuhnya berdasarkan anggaran yang ada, kecuali kalau memang seluruh alokasi anggaran yang sudah ada dipindahkan untuk mengatasi penanganan covid-19,” kata Rizqullah saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Selasa (31/3/2020).

Untuk itu, perlu pembahasan yang yang cepat , tuntas baik Pemda maupun DPRD. Mumpung penyebaran Covid-19 ini belum parah seperti yang terjadi di negara seperti Italia dan Spanyol. Karena bagaimanapun kebijakan tersebut akan berimbas pada sektor ekonomi mikro atau UMKM maupun pekerja harian lepas.

“Sudah bisa dilakukan (karantina wilayah-red), ini kan hanya tinggal menunggu waktu saja. Sekarang orang dari Jakarta pulang kampung sudah ke empat provinsi. Kita kan nggak tahu mereka ini bagaimana selama di Jakarta,” ucapnya.

Yang jelas, lanjut Rdia, kebijakan karantina wilayah sesuatu yang baru di negri ini. Karena, baik pemerintah pusat maupun Pemda belum berpengalaman dalam menjalankan kebijakan seperti ini.

“Orang kan masih meraba-raba mau seperti apa dan bagaimana caranya melakukan karantina wilayah dan bagaimana konsekuensinya, jadi banyak pihak yang juga masih gamang untuk melakukannya,” lanjutnya.

“Karena kita juga tidak tidak bisa memprediksi seberapa besar magnitude dampak korona ini terhadap kemampuan Pemkot atau pemkab itu menanggulangi kebutuhan pokok sehari-hari dari masyarakatnya,” tambahnya.

Maka, segala kemungkinan yang terjadi dikemudian hari apabila diterapkan karantina wilayah harus bisa diantisipasi. Karena kata dia, persoalannya bukan hanya untuk bagaimana menutupi kebutuhan hidup masyarakat saja, akan tetapi bagaimana mendukung biaya operasional dari rumah sakit, tenaga medis dan sebagainya yang juga itu harus harus diupayakan.

“Kita harus segera mengambil action, panggil itu DPRD ajak pembahasan ini, untuk kepentingan yang sangat urgent ini dan bilamana diperlukannya undang itu para pengusaha, dermawan juga tokoh masyarakat. Kepentingan umat harus dikedepankan, jangan dianggap sepele,” tutupnya. (*/Ocit)

Categories
SERANG

Khawatir Bawa Covid-19, Pemudik di Kota Serang Diperiksa Kesehatan

SERANG – Sekitar 17 warga Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang diperiksa kesehatannya oleh petugas medis dari Puskesmas Kilasah pasca pulang atau mudik dari tempat perantauan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hal itu lantaran banyak warga sekitar yang merasa resah karena dikhawatirkan para pemudik tersebut membawa wabah virus Corona atau Covid-19 dari perantauan.

Pantauan di lapangan, pemeriksaan kesehatan terhadap 17 warga tersebut didampingi langsung oleh Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi, Kepala Puskesmas Kilasah Tety Mulyati, Unsur TNI Polri, BPBD dan Satpol PP.

Kepala Puskesmas Kilasah, Tety Mulyati mengatakan, belasan pemudik tersebut diperiksa kesehatannya lantaran banyak warga yang mengadu karena khawatir terpapar virus Corona atau Covid-19. Mendapati keluhan itu pihaknya bergegas melakukan pengecekan suhu tubuh kepada belasan para pemudik.

“Kita cek pakai termoter suhu tubuh ,rata rata mereka ini suhu tubuhnya 36,5 dan 37 drajat celcius. Mereka semua normal semua tidak ada keluhan batuk dan pilek,” katanya kepada awak media usai meninjau 17 warga Kelurahan Bendung, Selasa (31/3/2020).

Lanjut Tety, belasan orang tersebut rata-rata tinggal di mangga dua Jakarta, bekerja sebagai penjual disalah satu toko. Selain itu, ia pun mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan akan terjadi lonjakan pemudik di wilayahnya.

Oleh karena itu, ia pun menganjurkan bagi warga yang pulang dari perantau untuk melaporkan ke Puskesmas terdekat serta melakukan isolasi diri selama 14 hari. Hak itu untuk meminimalisir penyebaran virus Corona.

“Kemungkinan masih banyak yang datang dari Jakarta , ini baru 1 RT saja. Okeh karena itu Kita terus melakukan pengawasan selama 14 hari, jika 14 hari kedepan gejala Covid-19,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi menambahkan, bahwa dirinya mendapatkan keluhan daei masayarakat atas kedatangan 17 orang pemudik yang dikhawatirkan membawa wabah Covid-19. Menindaklanjuti keluhan itu, pihaknya memfasilitasi warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Menindaklanjuti keluhan itu, saya mencoba memfasilitasi masyarakat dengan mendatangkan petugas medis dari Puskesmas Kilasah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan warga yang baru pulang mudik dari Jakarta,” kata Budi.

Ia berharap, atas dilakukannya pemeriksaan ini masyarakat sekitar tidak panik dan resah lagi atas kedatangan para pemudik yang datang dari wilayah zona merah Covid-19.

“Semoga dengan dilakukan pemeriksaan ini masyarakat tidak lagi resah. Saya pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Serang untuk tetap menjaga kesehatan, jangan keluar rumah kalau tidak penting banget, tetap patuhi anjuran dari Pemerintah,” imbuhnya. (*/Ocit)

Categories
SERANG

MUI Kota Serang Kecam Pemasangan Spanduk Provokatif Soal Wabah Covid-19

SERANG – Spanduk bertuliskan ‘Takut Kok Dengan Corona. Tuhan Di Anggap Apa?#Santuy’ terpampang di beberapa titik di Kota Serang, seperti di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Alun-alun Kota Serang dan pertigaan lampu merah Sempu, Kota Serang. Mendapatkan kecaman dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang.

Sekertaris MUI Kota Serang Amas Tajudin menilai, spanduk tersebut bernuansa provokatif dan terkesan sombong. Karena, mengenyampingkan ikhtiar manusia dari kepungan wabah Covid-19. Padahal, ikhtiar manusia untuk terhindar dari marabahaya merupakan bagian dari ajaran agama Islam.

“Kalimat di atas dan atau ucapan senada lainya tampak seperti benar, tetapi sesungguhnya tidak benar dan didalamnya terdapat bentuk kesombongan. Seolah orang yang takut terpapar virus corona dianggap tidak takut kepada Tuhan,” kata Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tajudin, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Senin (30/03/2020).

Sebagai manusia, dijelaskan Amas, kita mesti tunduk dan percaya pada takdir ilahi. Seperti kematian, rizki dan yang lainnya termasuk Covid-19. Pada dasarnya, setiap manusia juga percaya bahwa virus tersebut berasal dari yang maha kuasa. Namun, yang Esa pun tidak melarang umatnya untuk berikhtiar untuk hidup sehat.

“Justru orang yang takut corona kemudian berupaya dan berikhtiar agar dirinya dan mengajak orang lain agar tidak terpapar virus tersebut, adalah sedang menjalankan perintah Tuhan,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia beranggapan bahwa orang yang menulis kemudian memasang spanduk tersebut di Ibukota Banten di anggap gagal paham memaknai hakikat kehidupan. Karena Corona atau covid-19 dan penyakit lainnya memang berasal dari Tuhan. Sedangkan menghindari kerumunan massa, kontak fisik, pola hidup sehat dan bersih merupakan cara mencegahnya.

Tak hanya itu, dirinya juga menceritakan kisah Sahabat Umar bin Khatab dalam sebuah perjalanan yang sahih (ke Syam), tiba disuatu tempat dikabarkan kepada Umar bin Khattab bahwa di Syam sedang terjadi wabah penyakit. Lalu, Umar bin Khatab membatalkan perjalan tersebut, kemudian ditegur oleh sahabat yang lain.

“Apakah takut kepada wabah atau takut kepada Tuhan, dan Umar bin Khatab menjawab pada intinya menghindari terjangkit wabah adalah upaya ikhtiar takut kepada Allah sebagai bentuk tanggung jawab menyelamatkan umat dari wabah, seraya berkata ‘menghindari takdir menuju takdir yang lain’,” terangnya.

“Sesungguhnya orang yang mengatakan kok takut corona bukan takut kepada Tuhan, adalah kesombongan yang dikedepankan, padahal sombong itu bukan miliknya (pembuat spanduk-red),” tambahnya.

Sementara, Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono mengungkapkan, bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai keberadaan spanduk tersebut. Namun, pihaknya akan melakukan pengecekan. Jika benar adanya. Maka, pihaknya akan menelusuri spanduk bernuansa provokatif itu.

“Saya belum monitor nanti dicek dulu lah, kalau isi spanduknya menurut saya sih gak apa-apa juga, memang kan kita takutnya kepada Allah tapi kan kita harus ada unsur ikhtiar dalam menghadapi semua yang diberikan Allah. Kalau itu tetap kita lakukan imbauan kepada semua pihak, nanti kita lihat dulu spanduknya,” kata AKBP Edhi Cahyono. (*/Ocit)

Categories
PEMERINTAHAN SERANG

Dalih Beresiko, Walikota Serang Enggan Berlakukan Karantina Wilayah

SERANG – Walikota Serang Syafruddin menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa memberlakukan karantina wilayah di Kota Serang. Hal itu lantaran dirinya tidak mau mengambil resiko yang dialami dikemudian hari.

Padahal, Kota Serang saat ini sangat rentan terpapar virus Corona atau Covid-19. Hal itu dikarenakan daerah yang dijuluki Kota Madani ini menjadi salah satu wilayah penyanggah Ibu Kota Negara Indonesia yang masuk ke dalam daerah zona merah Covid-19.

“Kita belum ada untuk pembatasan transportasi di Kota Serang, memang Kota Serang ini menjadi tempat perlintasan antar kota antar provinsi tetapi Pemkot belum bisa membatasi penumpang atau menutup. Karena kami juga mempertimbangkan segala resikonya,” kata Walikota Serang Syafruddin saat ditemui di Puspemkot Serang, Senin (30/3/2020).

Selain itu juga, dalih pihaknya tidak memberlakukan karantina wilayah karena belum ada anjuran atau instruksi dari Pemerintah Pusat. Apabila instruksi itu sudah ada. Maka, pihaknya akan memberlakukan itu.

“Harus diperhitungkan untuk mengambil keputusan penutupan, soalnya proses karantina itu kan harus membiayai warga masyarakat juga. Tetapi kita bukan tidak sanggup untuk melakukan itu tetapi kita belum ada intruksi dari pusat,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan bahwa pihaknya besok dalam rapat gabungan dengan unsur Gugus Tugas Penanganan Covid-19 akan mengusulkan mengenai karantina wilayah.

Menurutnya, karantina wilayah merupakan langkah tepat untuk membendung penyebaran Covid-19. Karena bagaimana pun Kota Serang merupakan jalur perlintasan antar daerah terlebih keberadaannya berdekatan dengan Ibu Kota Negara Indonesia.

Hal itu pun diperkuat, kata Budi, Kota Serang mempunyai terminal Tipe A yang berada di Pakupatan dimana tempat tersebut menjadi pertemuan masyarakat dari berbagai daerah termasuk yang saat ini sudah masuk kedalam daerah zona merah Covid-19. “Pasti saya akan mendesak sendiri langsung, karena saya sendiri ketua DPRD,” katanya.

Selain ketua DPRD Kota Serang, Sekertaris Fraksi PAN Ari Winanto mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk segera memberlakukan karantina wilayah. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Serang.

Menurutnya, dengan melakukan penutupan, maka pemerintah justru akan dapat segera melakukan proses mitigasi terkait dampak Virus Corona lebih baik dan lebih cepat. Terlebih, di Kota Serang sendiri memiliki terminal Tipe A yang dimana pemudik yang berasal dari daerah zona merah Covid-19 transit terlebih dahulu di Kota Serang sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing. (*/Ocit)

Categories
SERANG

Antisipasi Corona, FPAN Minta Pemkot Serang Berlakukan Lockdown

SERANG – Sekertaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Ari Winanto mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk segera memberlakukan Lockdown atau karantina wilayah. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Serang.

Menurutnya, dengan melakukan penutupan, maka pemerintah justru akan dapat segera melakukan proses mitigasi terkait dampak Virus Corona lebih baik dan lebih cepat. Terlebih, di Kota Serang sendiri memiliki terminal Tipe A yang dimana pemudik yang berasal dari daerah zona merah Covid-19 transit terlebih dahulu di Kota Serang sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing.

Selain itu, kebijakan karantina wilayah juga sudah tertuang dalam Undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan yang mengatur soal kewenangan Pemerintah melaksanakan Karantina Wilayah.

“Sepakat diadakan karantina wilayah di Kota Serang dan kita akan dorong itu. Karena dampak dari Covid-19 banyak ada lonjakan pemudik yang masuk ke Kota Serang melalui Terminal Pakupatan yang berasal dari berbagai daerah terutama Lebak dan Pandeglang,” kata Sekertaris Fraksi PAN DPRD Kota Serang Ari Winanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Senin (30/3/2020).

Dijelaskan Ari, saat ini Pemkot Serang sudah menganggarkan dana sebesar Rp 27 miliar untuk pemenangan Covid-19. Dengan dana tersebut, lanjut Ari, sudah bisa dijadikan modal untuk pemberlakuan karantina wilayah. Apabila dianggap kurang. Maka, pihak akan mendorong kembali dari sisi anggran asalkan itu untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dari ancaman virus Covid-19.

“Dengan anggaran 27 miliar yang disediakan Pemkot Serang harusnya mencukupi. Kalau kurang maka kita tambah, apalagi jatah kunjungan kerja dewan sudah dipotong karena tidak bisa digunakan maka tambahkan itu,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pemanggilan Ketua Gugus Tugas Penanganan kasus Covid-19 untuk menanyakan perihal anggaran. “Kita akan memanggil gugus tugas untuk menanyakan anggaran itu apakah kurang atau cukup,” tegasnya. (*/Ocit)

Categories
SERANG

Pemudik Melonjak di Terminal Pakupatan, Mayoritas Menuju Lebak dan Pandeglang

SERANG – Wabah virus Corona atau Covid-19 yang melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di perantauan. Tak ayal, banyak diantaranya memilih untuk pulang ke kampung (Mudik) halaman untuk menyelamatkan diri dari paparan Covid-19.

Seperti yang dialami para pemudik asal Jakarta yang pulang ke kampung halaman melalui Terminal Pakupatan Kota Serang terus mengalami peningkatan sejak kurun tiga hari terakhir mulai tanggal 28-30 Maret 2020.

Kepala Terminal Pakupatan Waluyo membenarkan, dalam kurun waktu tiga hari terakhir pemudik yang melintas Terminal Pakupatan mengalami lonjakan pemudik yang pulang dari daerah Jakarta sekitarnya. Mayoritas, para pemudik tersebut menuju dua daerah diantaranya Lebak dan Pandeglang.

Untuk hari Minggu (29/3) saja lanjutnya, penumpang yang turun di Terminal Pakupatan mencapai 172 orang dan penumpang naik sebanyak 128 orang. Untuk penumpang berangkat ada sekitar 1176 penumpang.

“Tiga terakhir ada peningkatan pemudik dari luar daerah menuju ke dalam daerah namun peningkatannya tidak terlalu signifikan. Pemudik itu mayoritas ke dua daerah Pandeglang dan Lebak yang sering kita sebut Banten Selatan,” kata Waluyo saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Senin, (30/3/2020).

Lonjakan pemudik ditengah wabah Covid-19 tidak bisa dilakukan pelarangan oleh pihaknya. hal itu lantaran Terminal Pakupatan merupakan terminal transit yang dimana kendaraan yang masuk sudah membawa penumpang di dalam mobilnya.

“Kami tidak bisa melarang masyarakat untuk mudik. Karena ini (Pakupatan) terminal transit ketika mobil datang sudah membawa penumpang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir penyebaran virus Corona atau Covid-19. Pihaknya melakukan penyemprotan desinfektan di sekitar terminal, dalam mobil dan para penumpang.

“Kita juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan dan penumpang ditambah kita juga sudah membuat tempat pencuci tangan di beberapa titik yang ada di wilayah terminal,” tandasnya. (*/Ocit)

Categories
SERANG

Antisipasi Corona, Warga Minta Pemkot Serang Karantina Wilayah

SERANG – Sejumlah kalangan di Kota Serang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk segera mengambil tindakan karantina wilayah. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan bahwa pihaknya besok dalam rapat gabungan dengan unsur Gugus Tugas Penanganan Covid-19 akan mengusulkan mengenai karantina wilayah.

Menurutnya, karantina wilayah merupakan langkah tepat untuk membendung penyebaran Covid-19. Karena bagaimana pun Kota Serang merupakan jalur perlintasan antar daerah terlebih keberadaannya berdekatan dengan Ibu Kota Negara Indonesia. Hal itu pun diperkuat, kata Budi, Kota Serang mempunyai terminal Tipe A yang berada di Pakupatan dimana tempat tersebut menjadi pertemuan masyarakat dari berbagai daerah termasuk yang saat ini sudah masuk kedalam daerah zona merah Covid-19.

“Pasti saya akan mendesak sendiri langsung, karena saya sendiri ketua DPRD,” kata Ketua DPRD Kota Serang kepada wartawan di Kota Serang, Minggu (29/3/2020).

Karantina wilayah merupakan langkah untuk membatasi mobilitas warga dari luar ke dalam maupun dari dalam keluar daerah. Jika, tindakan itu tidak dilakukan mustahil penyebaran virus Covid-19 bisa diputus mata rantainya. “Pasti, sudah pasti ada pembatasan (mobilitas warga) agar mengurangi, kalau tidak penting banget jangan,” tandasnya.

Desakan lainnya datang dari Ketua HMI Cabang Serang Faisal Dudayef Payumi Padma mengungkapkan, melihat penyebaran virus COVID-19 atau Corona Orang Dalam Pengawasan (ODP) 2019, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 265, 68 Kasus Positif di Provinsi Banten. Maka, pihaknya mendesak pemerintahan daerah baik pemerintahan provinsi ataupun kabupaten kota untuk segera melakukan karantina wilayah.

“Karantina wilayah itu dianggap sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus, semua warga masyarakat harus mematuhinya. Pembatasan akses transportasi publik seperti Jalan Tol, Pelabuhan, dan jalan-jalan di wilayah perbatasan. Banten-Jakarta, Banten-Jawa Barat. Seperti halnya usulan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan dibeberapa wilayah semisal Papua, Tegal dan Bali,” ungkapnya.

Apalagi, Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan sudah ada. Maka, sudah tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak menjalankannya dalam upaya melindungi rakyatnya.

“Saya berharap, pemerintah Kota dan Kabupaten khususnya daerah Banten segera mengeluarkan kebijakan karantina wilayah dalam beberapa hari ke depan. Dengan begitu, kita bisa melangkah lebih maju dalam mengatasi virus Corona yang mulai semakin mengancam masyarakat,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Ketua DPC GMNI Cabang Serang Arman Maulana Rachman, ia menilai bahwa saat ini tugas utama pemerintah adalah menyelamatkan nyawa masyarakat dari ancaman virus Covid-19. Maka, jalan yang harus ditempuh dengan karantina wilayah.

“Pemerintah harus berpegang teguh pada kesehatan atau keselamatan rakyat adahal hal paling penting hari ini, maka karantina wilayah hal baik yang bisa di ambil. tapi tentu bukan tanpa kesiapan, karantina wilayah ini semua harus di siapkan dan di optimalkan,” ucapnya.

Meski demikian, ucap dia, penerapan karantina wilayag harus dipersiapkan skemanya dengan baik. Terlebih ketersediaan pangan saat proses karantina. “Tapi menentukan karantina wilayah juga tentu harus diikutin kesigapan pemerintah menyiapkan semuanya, masalah pangannya di Kota Serang siap atau tidak, masalah keadaan ekonomi daerah yang juga harus soroti juga pasti berdampak,” katanya.

Semenatara, Aliansi advokat Kota Serang Raden Elang Mulyana juga mendorong pemerintah Kota Serang segera menerapkan karantina wilayah. Menurutnya, kebijakan itu bisa diambil demi melindungi rakyatnya dari wabah Pandemi Covid-19.

“Itu sebenarnya kebijakan yang diberikan kewenangan didaerah juga itu di undang-undang pemerintahan daerah, undang-undang kekarantinaan juga mengatur tentang soal tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah untuk kebutuhan pokoknya selama masa karantina,” katanya.

Melihat penyebaran virus yang cepat dan berbahaya, ujar dia, seharusnya Pemkot Serang atau Pemprov Banten umunya sudah melakukan karantina wilayah. Terlebih, di Provinsi Banten sudah ada korban meninggal. “Seharusnya Kota Serang atau Provinsi Banten sudah melakukan itu, karena sebaran zona merah itu di Jakarta, dan mereka sudah pulang ke daerah masing-masing,” tegasnya. (*/Ocit)