4 Sepeda Motor Dibakar oleh Petugas Adat Baduy Lebak, Ternyata Ini Alasannya

LEBAK – Empat dari enam sepeda motor dibakar oleh petugas adat Baduy. Kendaraan tersebut merupakan milik warga Baduy.

Video aksi pembakaran sepeda motor itu viral di media sosial sejak pekan kemarin.

Pegiat Budaya Baduy, Uday Suhada, membenarkan tentang video tersebut. Ia mengatakan, kejadiannya berlangsung pada Jumat (2/7/2021).

Petugas adat Baduy yang membakar sepeda motor berasal dari Kampung Tangtu Cikeusik, yang merupakan wilayah Baduy Dalam.

Adapun lokasi pembakaran sepeda motor berada di tepi Sungai Cibarani di Cijahe, perbatasan antara Baduy Dalam dan Baduy Luar.

Uday menjelaskan, motor-motor tersebut didapat dari hasil razia.

Agar aturan tersebut ditegakkan oleh warga, Lembaga Adat kerap melakukan razia.

“Lembaga adat Baduy yang dikendalikan dari Baduy Dalam secara rutin melakukan razia terhadap barang-barang modern yang melanggar adat. Termasuk kepemilikan motor,” terang Uday.

Jika ada warga Baduy Dalam yang melanggar aturan, hukum adat bakal diberlakukan. Salah satu contohnya adalah memusnahkan barang modern.

“Saya yakin yang dibakar ini karena berulang kali diingatkan kepada warga Baduy Luar pemilik motor itu, agar menjualnya, atau menyerahkan ke Lembaga Adat dengan kesadarannya,” ungkapnya.

Viral di Media Sosial

Seseorang yang berada di balik kamera menuturkan bahwa motor tersebut merupakan milik warga Baduy.

“Ini tiga motor warga Baduy dibakar, sebab akibat melanggar adat,” sebutnya dalam video yang diunggah oleh akun Instagram, @inforangkasbitung.

Saat peristiwa itu terjadi, disaksikan oleh sejumlah orang, baik warga Baduy Luar maupun wisatawan.

Dilarang Punya Barang Modern

Kata Uday, dalam adat Baduy, ada banyak aturan yang masih diterapkan hingga saat ini.

Salah satunya adalah dilarang memiliki barang-barang modern.

“Yang dilarang di antaranya tidak boleh memiliki kendaraan, roda empat maupun roda dua. Kepemilikan tape recorder, radio, televisi, lampu petromax, termasuk peralatan rumah tangga seperti piring beling,” ucapnya.

Untuk melestarikan budaya, Lembaga Adat Baduy konsisten menegakkan hukum adat bagi siapa saja yang melanggar. (*/Kompas)

Demokrat
Royal Juli