Iklan Banner

Kawasan Paling Padat Penduduk di Kota Cilegon Ternyata Ada di Wilayah Industri

Pandeglang Gerindra HUT

 

CILEGON – Pertumbuhan penduduk Kota Cilegon dari tahun 2019 hingga 2024 tercatat mencapai rata-rata 2,03 persen per tahun.

Angka ini menunjukkan bahwa Kota Baja terus mengalami penambahan jumlah penduduk secara konsisten setiap tahunnya.

Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, Kota Cilegon menjadi salah satu wilayah dengan kepadatan tinggi di Provinsi Banten.

Berdasarkan persebaran populasi, secara umum kita akan menjumpai satu warga setiap 2,7 kilometer di wilayah kota ini.

Namun, tingkat kepadatan tersebut sangat bervariasi antar kecamatan. Ternyata wilayah yang terdapat banyak industri, malah diketahui jadi kawasan terpadat jumlah penduduknya.

Seperti Kecamatan Ciwandan menjadi kawasan teramai di Cilegon, dengan jumlah penduduk mencapai 51.580 jiwa yang tinggal di wilayah seluas 51,81 kilometer persegi.

Agil HUT Gerindra

Berdasarkan hitungan tersebut, di Ciwandan terdapat satu orang setiap 0,99 kilometer, atau lebih padat dibandingkan dengan kecamatan lain.

Padahal, sebagian wilayah Ciwandan diketahui digunakan untuk kawasan industri yang membatasi ruang permukiman.

Meski begitu, jumlah penduduk yang tinggi tetap menempatkan kecamatan ini sebagai yang paling padat secara distribusi penduduk.

Kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar di Kota Cilegon adalah Citangkil dengan jumlah penduduk pada tahun 2024 sebanyak 85,66 ribu orang.

Di posisi kedua ada Kecamatan Grogol, dengan luas wilayah 23,38 kilometer persegi dan jumlah penduduk sebanyak 43.620 jiwa. Kepadatan di wilayah ini terhitung satu orang setiap 1,8 kilometer. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun wilayahnya lebih kecil dibanding Ciwandan, Grogol tetap menjadi kawasan dengan konsentrasi penduduk yang cukup tinggi.

Bagi warga yang ingin tinggal di wilayah yang lebih lapang dan tidak terlalu padat, Kecamatan Jombang dan Kecamatan Cilegon bisa menjadi pilihan. Di Kecamatan Jombang, dengan luas wilayah sekitar 23,92 kilometer persegi dan jumlah penduduk 16.130 jiwa, tercatat satu orang menempati setiap 5 kilometer persegi.

Sementara di Kecamatan Cilegon, terdapat satu orang setiap 5,3 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk sekitar 13.740 jiwa dan luas wilayah 21,66 kilometer persegi.

Perbandingan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan dalam distribusi penduduk di Kota Cilegon. Kecamatan dengan kawasan industri cenderung menampung lebih banyak warga, sedangkan wilayah administratif pusat kota justru lebih longgar secara hunian. (*/ARAS)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien