Rokok dan Kopi Jadi Penyumbang Terbesar Angka Kemiskinan di Banten

SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Banten merilis angka kemiskinan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bulan Maret 2021 dengan sebesar 6,66 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,03 poin dibanding periode sebelumnya pada September 2020 yang sebesar 6,63 persen.

Tingginya angka lemiskinan tersebut disumbangkan komoditi makanan dan non makanan. Dua komoditi makanan yang jadi penyumbang terbesar kemiskinan diantaranya adalah rokok kretek dan kopi.

“Adapun jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan Maret 2021 di perkotaan dan di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, roti, serta kopi bubuk dan kopi instan (sachet),” ujar Kepala BPS Provinsi Banten, Adhi Wiriana dalam keterangan resminya, Kamis (15/7/2021).

Bank Banten hut

Sementara kata Adhi, komoditi non makanan penyumbang terbesar garis kemiskinan di perkotaan dan perdesaan adalah yaitu biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi.

Sebelumnya Adhi menyebut, kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin sebanyak 9,59 ribu orang dari 857,64 ribu orang pada September 2020 menjadi 867,23 ribu orang pada Maret 2021.

Dikatakan Adhi, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan yang pada September 2020 sebesar 5,85 persen naik menjadi 5,93 persen pada Maret 2021.

“Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2020 sebesar 8,57 persen turun menjadi 8,49 persen pada Maret 2021,” sebutnya. (*/Faqih)

Royal Juli