www.faktabanten.co.id
Suara Merdeka Rakyat Banten
Pemkot_Al-Khairiyah Ramadhan

Gunung-gunung di Bojonegara dan Puloampel Kini Hancur Akibat Bom “Prancis”

0
Laz Harfa

SERANG – Semakin maraknya aktivitas pertambangan batu di kawasan pegunungan Banten Utara, tepatnya di Kecamatan Bojonegara dan Puloampel, Kabupaten Serang dalam beberapa tahun terakhir ini, konon katanya hal itu terjadi karena sejak adanya bom bernama ‘Prancis’.

Dalam cerita rakyat yang beredar di masyarakat, keberadaan gunung-gunung di kawasan tersebut sangat angker karena dihuni oleh bangsa Jin. Sehingga kerap kali tak mempan ditambang dengan alat berat, maupun dengan bom jenis dinamit sekalipun.

LMP_Helldy Ramadhan

“Dulu mah dibom, diapa-apain juga gunung itu nggak mempan, tapi sejak dibom Prancis mah bisa sampai habis. Imbasnya kami masyarakat yang kena, suara bising, debu, khawatir longsor, banjir,” ungkap warga Cikubang, Puloampel, Mang Raye, kepada faktabanten.co.id belum lama ini.

SOHIB_CCSR__RAMADHAN

Lebih lanjut, Mang Raye yang berprofesi sebagai nelayan ini, menjelaskan makna dari bom Prancis yang merupakan singkatan dalam Bahasa Jawa Serang, yaitu Pragat Ancur dibom picis (Habis Rusak Dibom Uang). Dan sejak praktik bom Prancis tersebut merebak, gunung-gunung hijau di kawasan yang dekat dengan pemukiman penduduk tersebut perlahan-lahan kikis, botak dan habis.

“Bom Prancis ini lebih bahaya, bikin (oknum) yang dianggap penggede di masyarakat jadi doyan picis, termasuk ‘orang pinter’ (dukun/paranormal) yang kena bom picis ikut membantu memindahkan bangsa halus (Jin) penghuni gunung. Makanya$ dikeruk pakai beko saja sekarang mah kena, karena sudah nggak ada yang ngejaga,” ungkapnya.

Dari pantauan Fakta Banten, meski masyarakat di dua kecamatan tersebut kerap mengeluhkan beroperasinya tambang-tambang batu di gunung-gunung. Namun produksi hasil tambang terpantau semakin melimpah, selain untuk reklamasi, dan juga pembangunan lainnya. Namun kebanyakan batu yang sudah diolah dengan cruser diangkut menggunakan tongkang ke luar Banten.

Dan sejauh ini, praktik pertambangan yang sudah kontras dengan amanah UU 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup tersebut, sepertinya belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Serang dan Provinsi Banten. (*/Ilung)

Dapatkan notifikasi lansung ke perangkat Anda, Klik Aktifkan

error: www.faktabanten.co.id