Timbulkan Polusi Bau Menyengat, Warga Cikande Serang Minta PT Xiang Wang Indonesia Ditutup


SERANG – Masyarakat Desa Leuwilimus sekitar waktu ba’da Shalat Isya, Kamis (3/6/2021) malam, kembali mendatangi PT Xiang Wang Indonesia yang berlokasi di Jalan Raya Jakarta-Serang Kawasan Pancatama, Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Kejadian bermula ketika jama’ah saat melaksanakan kegiatan pengajian di musholla kampung setempat, mereka merasa pusing dan mual, hingga spontan kegiatan yang rutin malam jumat terhenti.

Ustadz Juhri selaku tokoh masyarakat Desa Leuwilimus kepada awak media mengatakan, bahwa jama’ah pengajian spontan beramai-ramai bersama warga dan pemuda mendatangi PT Xiang Wang Indonesia.

“Hingga terjadi aksi adu mulut dengan keamanan dan masyarakat langsung memasuki area perusahaan sehingga pekerja berhamburan keluar dan menyetop produksinya,” ucap Ustadz Juhri di Kawasan Pancatama PT Xiang Wang Indonesia, Kamis (3/6/2021) malam.

Lanjutnya, bahwa jama’ah yang sedang melaksanakan pengajian di mushola pemukiman warga yang dekat dengan pabrik tersebut, menilai bahwa telah terjadi pencemaran akibat proses produksi.

“Bau menyengat yang dihirup itu kami rasakan sampai pusing dan mual, dan kami mendatangi perusahaan ini supaya menghentikan kegiatannya,” kata Ustadz Juhri.

Ustadz Juhri menegaskan, keinginan masyarakat adalah perusahaan tersebut ditutup, karena warga merasa terganggu dengan aktivitasnya selama ini. “Bau yang membuat kami mual semenjak pabrik ini berdiri,” imbuh Ustadz Juhri.

Sementara itu, Kepala Desa Leuwilimus, Karmawan, menyatakan bahwa saat ini aktivitas perusahaan distop, terutama dalam kegiatan uji coba produksinya.

“Perusahaan kami hentikan sementara sampai semuanya kondusif, sampai tidak ada lagi warga yang mengalami dampak dari polusi pabrik ini,” ujar Karmawan.

Tampak Anggota Kepolisian dari Polsek Cikande datang ke lokasi pabrik yang berlokasi di Kawasan Pancatama.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Serang, Budi Prihastio, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan whatsApp tidak memberikan respon apapun. (*/Red)

Demokrat
Royal Juli