Pabrik Ingin Gunakan Akses Jalan Lingkungan, Warga Tegal Buntu Ciwandan Tegas Menolak

CILEGON – Masyarakat Lingkungan Tegal Buntu, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, menolak keras jalan kampungnya digunakan untuk akses lalu-lintas PT Permata Food Indonesia (FKS Group). Hal ini diungkapkan oleh Dicky Fanshuri selaku warga Tegal Buntu pada pertemuan dengan PT Permata Food Indonesia dan masyarakat pada Sabtu (9/3/2019).

Menurutnya, history jalan tersebut ialah rawa yang sengaja diuruk oleh leluhur kami untuk akses jalan di pemukiman. Dengan keringat dan darah mereka, jalan itu sekarang bisa terbentuk dan dimanfaatkan oleh anak cucunya sampai saat ini.

“Secara history sudah jelas, jalan ini dibuat bukan untuk akses pabrik dan dibangun bukan untuk kepentingan pabrik,” katanya dengan tegas kepada faktabanten.co.id, Minggu (10/3/2019).

Ia menegaskan, jalan yang ada di Tegal Buntu juga diakses oleh beberapa kampung lainnya itu digunakan oleh masyarakat dimana mayoritas masyarakat memiliki kendaraan bermotor, didominasi oleh pemilik motor, dan diprediksi kepemilikan kendaraan akan semakin bertambah dari tahun ke tahun.

“Sudah tidak ada lahan yang digunakan untuk pelebaran jalan. PT Permata Food Indonesia menggunakan jalan tersebut sebagai industri akan menambah kepadatan jalan. Data yang ada ini belum termasuk kendaraan tamu yang datang ke Tegal Buntu,” ungkapnya.

“Belum lagi masyarakat mengadakan hajatan misalnya. Dimana akan mengakibatkan lonjakan lalu lintas kendaran 3 kali lipat dari biasanya. Tolak jalan kampung digunakan untuk PT Permata Food Indonesia adalah harga mati tanpa ada tawar menawar,” katanya dengan tegas. (*/Cholis)

[socialpoll id=”2521136″]