Warga dan RT/RW Suralaya Akui Proyek PLTU 9-10 Sudah Maksimal Serap Tenaga Kerja Lokal

CILEGON – Mencuatnya pemberitaan tentang keluhan warga Kelurahan Suralaya, Pulomerak, yang menilai bahwa proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9-10 minim dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Sejumlah Ketua RT dan warga di Kelurahan Suralaya menyikapinya dengan menolak isu miring tersebut.

Menurut Ketua RT Link. Cisalak 1 RT 02/05 Kelurahan Suralaya, Andi Sawalni, warganya berterimakasih dan memiliki harapan positif atas kegiatan proyek PLTU Jawa 9-10 yang sedang berlangsung.

Diungkapkan Ketua RT Andi, rekrutmen tenaga kerja pada proyek PLTU 9-10 sudah memprioritaskan SDM lokal, terutama melalui satu pintu di Foker-C. Bahkan melibatkan RT dan RW, yang juga sudah dilakukan pendataan, terkait warga yang tidak bekerja.

“Selama ini perekrutan tenaga kerja untuk proyek PLTU 9-10, Foker sudah melalui RT/RW untuk memasukan tenaga kerja, bahkan RT juga sudah membuat list yang masih menganggur dan siap bekerja di proyek PLTU 9-10 itu. Sudah pasti kalau mulai, sudah pasti masuk,” ungkap RT Andi saat berbincang dengan wartawan, Rabu (16/6/2021).

RT Andi juga menilai bahwa proyek PLTU 9-10 ini masih pada tahap awal, yang dimulai dari jenis pekerjaan konstruksi sipil, dimana jumlah tenaga kerja yang diserap juga bertahap.

“Sekarang ini proyek belum mulai, konstruksi saat ini baru tahap pekerjaan sipil, dalam arti orang lokal yang punya skill, belum tentu minat untuk pekerjaan sipil,” tegasnya.

Ketua RT, Pengurus Foker-C dan warga Suralaya Merak berterimakasih atas komitmen pelaksana proyek PLTU 9-10 yang sudah melibatkan tenaga kerja lokal / dok

Sementara warga Kelurahan Suralaya lainnya mengaku bersyukur sudah bisa mendapatkan pekerjaan pada proyek PLTU 9-10.

Monek salah satunya, dia mengakui bahwa dirinya bersama puluhan warga Suralaya lainnya sudah mendapatkan kesempatan kerja di proyek tersebut.

“Saya salah satu tenaga kerja lokal yang dilibatkan di projek unit 9-10, bahkan bukan hanya kita saja, lebih dari beberapa puluh warga lainnya juga dilibatkan pada setiap main-kontraktor ataupun sub-kontraktor yang ada disini, seperti di office, sipil, dan pekerjaan lainnya juga ada banyak (pekerja lokal yang dilibatkan),” ungkap Monek ditemani pekerja lainnya yang juga warga Suralaya, saat berbincang dengan wartawan di sekitar lokasi proyek.

Dia juga mengakui bahwa masyarakat Suralaya memiliki harapan besar bahwa proyek PLTU Jawa 9-10 ini bisa memberikan peluang pekerjaan. Namun warga memaklumi bahwa setiap proyek miliki tahapan, termasuk dalam menyerap jumlah tenaga kerjanya.

“Warga tentu bersabar dulu, karena proyek ini dijalankan bertahap, saat ini baru konstruksi sipil, yang pasti tidak mungkin langsung menyerap tenaga kerja dari Suralaya semua. Tapi kalau tahapan selanjutnya berjalan, saya tegaskan dan saya yakin pasti akan terus bertambah tenaga kerja lokal yang dilibatkan di proyek PLTU 9-10 ini,” tegas Monek.

Sementara Ketua Foker-C Kelurahan Suralaya, M Nasir, membenarkan bahwa mekanisme rekrutmen tenaga kerja proyek di PLTU 9-10 dilakukan melalui satu pintu.

Koordinasi satu pintu ini disepakati, untuk menghindari hal-hal yang berpotensi mengganggu jalannya proyek.

“Nah kami mempersilahkan rekap siapa saja yang mau bergabung dengan Foker-C, kita silahkan (yang mau didata untuk bekerja), tapi tetap muaranya satu pintu melalui Kelurahan. Kita ingin membantu masyarakat ini untuk mempermudah tapi karena kondisi dan situasi yang belum maksimal sehingga orang itu tidak sabar,” ujar M Nasir. (***/Red)

Demokrat
Royal Juli