www.faktabanten.co.id
Suara Merdeka Rakyat Banten

Jalan Cijawa-Ciwaru Tak Ada Trotoar dan Zebracross, Keselamatan Pejalan Kaki Diabaikan

0
HUT Serang__Yadi__Eko

SERANG – Sejumlah warga dan pejalan kaki mengeluhkan tidak adanya trotoar di sepanjang jalan Cijawa-Ciwaru, Kota Serang. Akibatnya, para pejalan kaki terpaksa menggunakan bahu jalan meski dianggap cukup membahayakan.

Salah seorang pejalan kaki asal Cipocok Jaya Haturrohmah mengatakan, kondisi jalan seperti itu sangatlah membahayakan pejalan kaki. Apalagi kendaraan lalu lalang di jalan tersebut yang rata-rata melaju dengan cepat. Sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan kecelakaan.

“Keselamatan itu kan yang utama, jadi menurut saya trotoar itu penting bagi pejalan kaki. Apalagi di Ciwaru ini, kan banyaknya mahasiswa sama anak sekolah. Jadi di waktu tertentu macet, biasanya ada aja tuh yang keserempet atau keinjek kakinya sama ban mobil atau motor,” katanya, Jumat (20/9/2019).

Hal itu diperparah dengan banyaknya parkiran liar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di tepi jalan. Hal tersebut tentu membuat jalan kian menyempit, ditambah lagi jarak antara bahu jalan dan jalan raya sangat sempit.

“Ini kan kalo siang sama sore banyak yang parkir. Jadi, pejalan kaki itu jalannya dimana, udah mah engga ada trotoar, bahu jalan dipake pula buat parkir,” ujarnya.

Padahal, Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 45, definisi trotoar adalah salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas. Pada pasal 131 diatur bahwa pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain.

Di tempat berbeda, siswa MAN 2 Kota Serang Rhois Putra Al mengatakan, dirinya sangat risih atas tidak adanya trotoar di depan sekolahnya, sehingga ketika jam masuk dan jam pulang sekolah banyak siswa-siswi hampir tersenggol pengendara motor.

Selain tidak adanya trotoar, dirinya mengeluhkan tidak adanya tanda garis penyeberangan atau zebracross di beberapa titik di sepanjang jalan Ciwaru-Cijawa. Padahal lanjut Rhois, jalan tersebut terdapat beberapa sekolah sehingga keberadaan zebracross sangat dibutuhkan demi keselamatan dirinya dan masyarakat lainnya.

“Kalau disini (Cijawa) bukan cuma engga ada trotoar, tapi juga engga ada zebra cross, ini risih karena bikin bahaya. Kadang banyak temen saya adu mulut sama pengendara motor karena mau kesenggol,” tandasnya. (*/Ocit).

Dapatkan notifikasi lansung ke perangkat Anda, Klik Aktifkan

Advert

error: www.faktabanten.co.id