3 Bangunan Sekolah Hancur dan Hilang Akibat Banjir Bandang di Lebak

LEBAK – Selain rumah-rumah milik warga, gedung sekolah yang berada tak jauh dari Sungai Ciberang hancur diterjang banjir bandang pada Rabu 1 Januari 2020 lalu. Tercacat, ada tiga gedung sekolah yang hancur dan satu terendam banjir.

Berdasarkan data dari Pemkab Lebak, keempat sekolah yang rusak yakni SDN 2 Banjaririgasi, SDN 1 Banjaririgasi, SMPN 4 Lebak Gedong. Sedangkan yang terencam banjir SDN 1 Sukarame, Sajira.

Gedung SDN 2 Banjaririgasi, Kecamatan Lebak Gedong yang memiliki siswa 335 orang itu mengalami rusak parah. Sebanyak 8 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan hanyut.

Selanjutnya di Gedung SMPN 4 Lebak Gedong yang memiliki 146 siswa mengalami kerusakan di 6 ruang kelas, 1 ruang guru, dan saru unit perpustakaan.

Gedung SDN 1 Banjaririgasi mengalami kerusakan di pagar bagian belakang sekolah, kantin hanyut serta taman dan halaman sekolah terendam lumpur.

Menko PMK Muhadjir Effendy saat mengunjungi Kabupaten Lebak pada Sabtu 4 Januari 2020 sudah memerintahkan Kementerian PUPR untuk membangun gedung sekolah sementara atau darurat di lokasi yang jauh dari aliran sungai.

“Kemudian saya minta cari alternatif lahan membangun sekolah darurat. Sementara ada desain Kementerian PU, walaupun sementara tapi bisa digunakan hingga tiga tahun,” ujar Muhadjir kepada wartawan.

Mantan Mendikbud itu mengatakan sekolah yang rusak dapat menumpang melakukan aktifitas belajar mengajar di sekolah lainnya yang tidak terdampak. Yang terpenting pelajar dapat bersekolah meski akan diangkut menggunakan kendaraan.

“Tidak harus di sini, bisa di kecamatan luar juga. Sekolah di luar kecamatan, anak-anak bisa diangkut kendaraan,” ujarnya.

Terkait peralatan sekolah dan buku pelajaran yang hilang terbawa banjir bandang, Muhadjir akan memberikan bantuan sehingga pelajar tidak lama menunggu untuk mendapatkan pelayanan pendidikan

“Sesuai pesan presiden, bagaimanapun kondisinya, jangan sampai anak tidak belajar, kalau anak tidak belajar cukup lama, nanti mengembalikan suasana susah, karena sudah terbiasa main, sudah biasa liar tidak terkendali,” ucapnya. (*/Okezone)