Dinas Pendidikan Akui Penerapan Kurikulum 2013 di Cilegon Tak Maksimal

CILEGON – Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Muhtar Gojali mengakui bahwa penerapan Kurikulum 2013 di Kota Cilegon masih banyak kekurangan, namun hal ini menjadi bahan kajian untuk tetap didorong oleh Dindik agar kedepannya bisa berjalan lebih maksimal lagi.

“Masih ada kekurangan-kekurangan disana-sini namun ini menjadi kajian untuk dibenahi dan dimaksimalkan,” ungkap Muhtar Gojali saat memberikan sambutan dalam Bimtek Guru Sasaran Kurikulum 2013, Senin (8/5/2013).

Diungkapkan Muhtar, bahwa tidak maksimalnya persoalan penerapan kurikulum tersebut juga disebabkan persoalan perubahan-perubahan yang masih sering terjadi dan minimnya sosialisasi perubahan terhadap kurikulum tersebut.

Beberapa perubahan yang terjadi seperti pada sistem penilaian, dari nilai rata-rata akumulasi menjadi nilai hasil akhir semester saja.

“Ujian Tengah Semester ditiadakan yang ada hanya Ujian Akhir semester, dan standar nilai kelulusan setiap tahunnya berubah,” terang Muhtar.

Hal senada juga diungkapkan Warsugiono Ketua Umum Yayasan Pendidikan Krakatau Steel, yang menilai bahwa penyesuaian penerapan kurikulum terkendala dengan beberapa perubahan-perubahan yang terjadi.

“Memang kadang jadi kendala, untuk itu kami terus melakukan update informasi ke Kementerian,” ujarnya. (*)