Terlilit Hutang, Pria ini Nekat Rampok Toko Handphone di Kibin Serang

SERANG – Akibat terlilit utang untuk biaya menikah 1 tahun silam membuat pria berinisial IB (29) nekat merampok sebuah toko handphone di daerah Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

Dalam aksinya, pria yang bekerja sebagai security di sebuah pabrik di daerah Cikarang itu berhasil menggasak uang sebesar Rp100 juta dari dalam toko tersebut.

Kapolres Serang AKBP Yudha Satri mengatakan, bahwa aksi perampokan tersebut terjadi pada Sabtu (6/8/2022) sekitar pukul 22.30 WIB atau sesaat toko hendak mau tutup.

Pelaku yang menjalankan aksinya seorang diri langsung masuk ke dalan toko usai para karyawan pulang dan hanya menyisakan pemilik toko seorang diri di dalam toko.

“Pelaku yang mengenakan topeng dan membawa golok langsung masuk ke dalam toko lewat pintu belakang. Kemudian langsung menodong korban. Dan si pelaku meminta korban memasukan sejumlah hp dan uang ke dalam kantong plastik yang dia bawa. Karena takut, korban menuruti kemauan pelaku, dan pelaku langsung kabur membawa barang rampokannya itu,” terang Yudha kepada awak media, Selasa (16/8/2022).

Disampaikan Yudha, Tim Resmob langsung dikerahkan usai pihaknya menerima laporan dari korban atas insiden tersebut. Dan berdasarkan hasil olah TKP dan rekaman CCTV di lokasi kejadian, akhirnya identitas pelaku pun terungkap.

MTQ Pemkot

Tak menunggu lama, pada hari Rabu (10/8/2022), Tim Resmob Satreskrim Polres Serang pun berhasil membekuk pelaku IB di kediamannya di Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.

“Setelah mengetahui identitas pelaku, Tim Resmob langsung menangkap pelaku di daerah Bekasi. Dari hasil penggeledahan kita temukan sejumlah barang bukti,” kata Yudha.

Diungkapkan Yudha, pelaku saat diperiksa mengaku nekat merampok lantaran masih terlilit hutang untuk biaya pernikahan yang baru dilangsungkan setahun silam.

Kemudian, pelaku pun merencanakan aksi perampokan di sebuah toko handphone di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang lantaran pelaku pernah bekerja di toko tersebut dalam waktu cukup lama.

“Alesannya buat bayar hutang, karena habis nikah. Gelap mata, kepikiran merampok toko yang tempatnya bekerja dulu. Jadi dia cukup hafal aktivitas di toko itu,” ujar Yudha.

“Uang hasil rampokan diakuinya dipakai beli cincin emas serta melunasi hutang. Terus dibelikan handphone dan motor. Sisanya dipakai kebutuhan sehari-hari,” lanjutnya.

Saat ini, pelaku sudah mendekam di ruang tahanan Polres Serang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan pelaku pun dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara. (*/YS)

Adam