Nomor WhatsApp Sekda Cilegon Dipalsukan, Kirim Pesan ke DKM Masjid Mau Bagi-bagi Qurban

CILEGON – Setelah sempat digegerkan oleh akun media sosial palsu yang menghina Walikota Cilegon, baru-baru ini mencuat lagi kasus pemalsuan yang menyeret nama walikota Helldy Agustian.

Kali ini yang dipalsukan adalah nomor telepon dan membuat akun Whatsapp atas nama Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Cilegon Maman Mauludin.

Ada Akun WhatsApp dengan nomor +62 853 1429 93055 yang mengaku sebagai Sekda Cilegon. Namun akun ini memasang foto profile eks Walikota Cilegon Edi Ariadi.

Diketahui akun ini telah mengirimkan chat WA kepada sejumlah Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM).
Dalam isi pesannya, akun WA itu menyampaikan bahwa Walikota Cilegon berencana mengirimkan hewan Qurban kepada masjid tersebut.

Berikut isi pesan whatsappnya;

Isi pesan WA dari akun yang mengatasnamakan Sekda Cilegon / dok

Saat dikonfirmasi Fakta Banten, Sekda Maman Mauludin membenarkan bahwa ada pihak-pihak yang memalsukan akun WhatsApp-nya.

Maman menegaskan bahwa apa yang disampaikan dalam isi pesan WA tersebut tidak benar.

Menurutnya, pesan WA dari akun bernomor +62 853 1429 93055 yang mengatasnamakan dirinya itu telah disebar ke sejumlah pengurus DKM di Cilegon. Hal itu menimbulkan keresahan.

“Jadi saya himbau untuk seluruh pengurus mesjid dan lainnya tidak mudah percaya. Karena itu perbuatan tidak bertanggungjawab,” tegas Sekda.

Saat ditanya apakah kasus pemalsuan akun Whatsapp ini akan dilaporkan ke kepolisian, Sekda Maman mengaku belum akan menindaklanjutinya.

“Belum sampai ke sana,” pungkasnya.

Diketahui, kepolisian sendiri hingga saat ini belum berhasil mengungkap identitas pelaku pemalsuan akun medsos yang menghina Walikota Cilegon beberapa waktu lalu. Mahasiswi berinisial S menjadi korban, dan telah bertemu dengan Walikota Helldy Agustian di Polres Cilegon untuk dimintai klarifikasi.

Walikota Cilegon Helldy Agustian sendiri telah memaafkan bentuk penghinaan kepada dirinya. Namun Helldy menyerahkan sepenuhnya pengungkapan kasus pemalsuan akun medsos yang dilakukan Buzzer tersebut kepada pihak kepolisian.

Helldy berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial. (*/Rijal)

Demokrat
Royal Juli