CILEGON – Setelah sejumlah organisasi di Cilegon berencana menggelar aksi, akibat ada pengurus Car Free Day (CFD) yang juga merupakan pegawai PT. Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM). Brigade Al-Khairiyah turut mengecam, adanya dugaan kesewenang-wenangan pegawai Perusahaan yang merupakan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon ini.
“Kami mengecam, tindakan intimidasi yang diduga dilakukan oleh karyawan salah satu BUMD Kota Cilegon tentang kebebasan memilih di Pilkada,” kata Ketua Brigade Al-Khairiyah, Anwar Musadad, Rabu (04/11/2020).
Brigade Al-Khairiyah menjeaskan kebebasan hak pilih, diatur dan dijamin dalam konstitusi. Selain itu, Ia meminta klarifikasi dari Disperindag Kota Cilegon, dan PT. PCM atas keterlibatan oknum tersebut.
“Terutama tentang keterlibatannya dalam pengelolaan CFD,” jelasnya, kepada Fakta Banten.
Sebagai lembaga masyarakat, Brigade Al-Khairiyah menginginkan terciptanya, situasi yang damai dan jujur. Serta terwujudnya demokrasi yang adil, tanpa adanya intimidasi, ataupun paksaan kepada masyarakat.
“Entah dari pihak manapun dalam menentukan pilihannya. Termasuk dari petahana,” pungkasnya. (*/A.Laksono).