CILEGON – Pernyataan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, usai insiden kebakaran KMP Batumandi di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10/2026) sore menuai sorotan tajam warganet.
Pernyataan Dirut ASDP ini pun langsung memicu reaksi riuh warganet pada kolom komentar unggahan akun Instagram resmi Fakta Banten.
Banyak netizen menyayangkan sikap Dirut ASDP yang dinilai abai terhadap jasa masyarakat kecil di perairan Merak.
Akun @liapadliah8 menyentil, “Justru yang pertama menolong itu para nelayan liat pak postingan yang udah bredar”.
Nada serupa juga diutarakan akun @andribotox yang menuliskan keprihatinannya, “Nelayan Ore di angep Karo ASDP, PARAH., cek postingan kite min”.
Sementara itu, akun @baimzld menyampaikan simpati dan rasa hormatnya kepada para nelayan lokal, “Kami salut utk para nelayan sangat cepat dan tanggap. Kalian luar biasa bapak2 nelayan“.
Kritik lain juga datang dari akun @pia_zaaa yang menekankan aksi spontan nelayan tanpa pamrih, “Tanpa komando tanpa bayaran nelayan yg maju duluan cepat tanggap”.
Hal senada ditegaskan oleh @dwikaramoy yang mempertanyakan sikap pejabat terkait, “pak liat pak yg Dateng pertama kali itu para nelayan sekitar yang nolongin…bapak kumaha sih bapak mah”.
Akun @siskanovia0306 juga turut menyuarakan kekecewaannya secara langsung, “@asdp191 @asdp_id ko nelayan² sama warga sekitar gak di sebut pas ngucap terimakasih nya? Yg pertama gercep nolong itu mereka loh BAPAK DIRUT YG TERHORMAT”.
Di sisi lain, akun @doniorenz menganggap hal semacam ini kerap terjadi di kalangan pejabat dengan komentar sindirannya, “Namanya pejabat ya lupa lah dengan orang biasa sudah biasa “.
Akun @ekaju_niarti menambahkan penegasan mengenai peran awal warga lokal, “Jelas terpampang nyata bhw yg menolong pertama2 adalah warga dan nelayan”.
Sebelumya, Dalam konferensi pers yang digelar Selasa malam, Heru menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada instansi pemerintah, KSOP, kepolisian, TNI, serta pelaku kapal atas bantuan evakuasi penumpang.
Namun, pernyataan tersebut menjadi sorotan lantaran Heru tidak secara khusus menyebutkan peran vital nelayan serta warga setempat yang berinisiatif membantu penyelamatan sejak awal.
Sikap tersebut berbanding terbalik dengan apresiasi yang disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni.
Saat meninjau lokasi, Andra secara terbuka memuji aksi cepat dan spontan masyarakat serta nelayan di sekitar Mabak, Kecamatan Pulomerak, yang berlayar dengan perahu-perahu mereka secara sukarela demi menyelamatkan para korban. (*/Nandi)