CILEGON – Ketua PAC PPP Kecamatan Ciwandan, Holis Mufrodi, menegaskan bahwa Musyawarah Cabang (Muscab) V Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cilegon versi Tohir merupakan klaim sepihak yang tidak berdasar.
Ia menyebut klaim kehadiran maupun penerimaan tujuh surat mandat dari Ketua PAC PPP se-Kota Cilegon tersebut tidak memiliki data yang valid.
”Pada kenyataannya, sampai saat ini surat mandat yang mereka klaim itu tidak pernah ditunjukkan kepada media,” ungkap Holis, Jumat (19/6/2026).
Ia juga menyayangkan pelaksanaan Muscab tersebut yang dinilai terkesan dipaksakan serta tidak sesuai dengan AD/ART yang menjadi landasan organisasi.
Selain itu, Holis menyangkal keras pernyataan Uhen—yang mengaku sebagai pengurus Sekwil PPP Provinsi Banten di bawah kepemimpinan kubu Neng Juleha—yang menyebut bahwa Abah Sahruji telah gagal menjalankan roda organisasi PPP di Kota Cilegon.
”Saya ingatkan, PPP di Kota Cilegon sebelumnya hanya memperoleh 2 kursi di DPRD Cilegon. Sekarang, di bawah kepemimpinan Abah Sahruji, suara PPP menduduki posisi terbanyak ke-4 se-Kota Cilegon dan berhasil mengamankan 5 kursi di parlemen,” tegasnya.
Menurut Holis, capaian tersebut merupakan bukti kerja nyata dan keahlian dari Ketua Abah Sahruji.
Dalam kurun waktu tiga tahun menakhodai partai berlambang Ka’bah tersebut, prestasinya di kancah perpolitikan lokal tidak bisa dianggap sepele.
”Memperoleh suara yang signifikan itu tidaklah mudah. Hal itu hanya bisa dilakukan oleh seorang pemimpin yang memiliki jiwa petarung, siap berkorban harta, tenaga, bahkan waktu. Semua kualitas itu dimiliki oleh Abah Sahruji,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Holis mengimbau seluruh kader untuk mengingat bahwa permasalahan yang terjadi di kepengurusan DPP PPP saat ini sudah masuk dalam proses pengadilan.
”Sebagai warga negara yang baik, kita harus menghormati proses tersebut sampai adanya keputusan pengadilan pada bulan Agustus nanti. Saya berharap semua pengurus bersabar. Permasalahannya ada di pusat, jadi jangan sampai pengurus akar rumput di bawah yang dipecah belah,” imbaunya.
”Bersabar saja. Siapa pun nanti Ketua Umum yang diputuskan oleh pengadilan, kita akan terima,” pungkas Holis.***