CILEGON – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri pertama Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo.
Almahyra Cyrilla Sastroisvara atau Mahyra (5) sukses mengharumkan nama Indonesia setelah meraih dua penghargaan pada ajang 13th Asia Arts Festival yang berlangsung di School of Art Concert Hall, Singapura, pada 4–11 Juli 2026.
Dalam kompetisi seni tingkat Asia tersebut, Mahyra berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni Silver Trophy dan Gold Trophy dari dua kategori yang berbeda.
Orang tua Mahyra, Nur Kusuma Ngarasati atau Raras, mengaku bangga atas pencapaian putrinya yang mampu tampil maksimal mewakili Indonesia di hadapan peserta dari berbagai negara.
“Saya sangat bangga dengan pencapaian Almahyra yang tampil secara all out ini. Kemarin itu, dalam rangka ikut competition se asia. diundang lalu kita bismillah berangkat. Hip hop solo dance mewakili indonesia dan paling kecil,” kata Raras, Senin (13/7/2026).
Pada penampilan pertama, Mahyra mengikuti kategori Solo Hip Hop Dance. Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia sekaligus peserta termuda di kategori tersebut.
Berkat penampilannya yang memukau, Mahyra berhasil meraih Silver Trophy untuk kategori Solo Hip Hop Dance.
Selanjutnya, pada 11 Juli 2026, Mahyra kembali tampil di kategori Duo Folk Dance bersama Prisa A.Y. dengan membawakan Tari Piring khas Sumatra Barat.
Meski hanya menjalani sembilan kali latihan selama libur sekolah, keduanya sukses meraih penghargaan tertinggi, yakni Gold Trophy.
Raras menjelaskan, Mahyra memang mengikuti dua kategori selama kompetisi berlangsung di Singapura.
“Dari pencapaian ini, Mahyra berhasil raih penghargaan silver untuk katagori hip hop dan medali gold untuk katagori tradisional,” ujarnya.
Menurut Raras, Mahyra memiliki minat besar di bidang seni tari. Namun, sebagai orang tua, dirinya memilih memberikan dukungan tanpa memaksakan keinginan kepada sang anak.
“Kami selaku orang tua melihat keinginan anak mau bagaiman. Sebagai orang tua, kita pun akan tetap dukung apa pun keinginan Mahyra. karena kemauan itu harus hadir dari yang melakukan nya terutama bidang seni, karena sesuatu yang dari hati tidak bisa di duplikasi,” pungkasnya. (*/ARAS)