CAA Segera Operasi Februari 2027, Camat Citangkil Minta 70 Persen Karyawan Lokal

 

CILEGON— Proyek pembangunan pabrik Chandra Asri Alkali (CAA) di wilayah Kecamatan Citangkil ditargetkan segera memasuki tahap operasional pada Februari tahun 2027.

Kehadiran industri ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor industri kimia di Kota Cilegon, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

Direktur Legal, General Affair, dan Circular Economy Chandra Asri, Edi Rivai, menyampaikan bahwa progres pembangunan pabrik saat ini berjalan sesuai rencana dan mendekati tahap penyelesaian konstruksi.

“Saat ini sedang dibangun Chandra Asri Alkali yang mudah-mudahan akan beroperasi di awal tahun depan, lebih kurang bulan Februari atau Maret akan selesai dan akan berproduksi,” ujar Edi, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, proyek ini merupakan bagian dari penguatan industri petrokimia nasional yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sektor industri dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia dasar.

Di sisi lain, Pemerintah Kecamatan Citangkil menaruh perhatian besar terhadap dampak sosial dari keberadaan industri tersebut, khususnya dalam hal keterlibatan masyarakat lokal.

Camat Citangkil, Ikhlasinnufus, menegaskan pentingnya perusahaan untuk tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal dalam menjalankan operasionalnya di tengah masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa peluang kerja bagi masyarakat sekitar harus menjadi prioritas utama dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

“Tenaga kerja lokal juga harus dilibatkan potensi untuk pekerjanya,” katanya, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, komposisi tenaga kerja ideal di perusahaan tersebut diharapkan didominasi oleh warga lokal dengan porsi yang signifikan.

“Kalau kami sih harapannya 70% ya. Kan pasti 30%-nya mungkin yang punya kompetensi terkait teknik atau kimia yang punya keahlian tertentu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ikhlasinnufus menuturkan bahwa masyarakat dengan latar belakang pendidikan maupun keterampilan tertentu harus diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkontribusi dalam industri tersebut.

“Bagi kami, warga kami setidaknya bagi yang penjurusan, SMA atau yang punya keahlian skill yang bisa digunakan, misalkan tenaga kerja baik itu sipil dan lainnya, kalau bisa ya semua dilibatkan,” ujarnya.

Selain aspek ketenagakerjaan, ia juga menyoroti pentingnya peran perusahaan dalam mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar.

“Harus berkolaborasi dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial, baik itu keagamaan, UMKM, pelatihan, termasuk juga peningkatan kualitas SDM, pembinaan capacity building bagi tenaga kerja maupun warga di sekitar,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antara industri dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.

“Kami mendukung dengan adanya industri, tapi juga mereka tetap harus bisa mengkolaborasi dan mengajak untuk bersama-sama membangun Kota Cilegon,” katanya.

Ia menambahkan, selama proses pembangunan berlangsung, pihak kecamatan terus dilibatkan dalam berbagai tahapan, sehingga komunikasi antara perusahaan dan masyarakat tetap terjaga.

“Kami dilibatkan terus ketika ada proses pembangunan. Tinggal kita mengawal bagaimana kesepahaman antara tokoh masyarakat, tokoh pengusaha dengan industri,” ujarnya.

Ikhlasinnufus juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen yang telah dibangun sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Dengan target operasional pada awal 2027, proyek Chandra Asri Alkali diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi industri, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan ekonomi berbasis komunitas.

“Semua kita akan sepakati bersama jangan sampai nanti di tengah jalan tidak sesuai dengan apa yang menjadi kesepahaman,” pungkasnya.(*/ARAS)

caaChandra Asri AlkaliCilegonCitangkil
Comments (0)
Add Comment