CILEGON — Anggota DPRD Kota Cilegon, Subari Asnawi, mendorong Pemerintah Kota Cilegon untuk mengubah pola penanganan bencana dengan menitikberatkan pada penganggaran berbasis pencegahan.
Menurutnya, langkah tersebut lebih efisien dari sisi anggaran dan lebih tepat sasaran dalam melindungi masyarakat.
Subari menilai, selama ini penanganan bencana masih cenderung reaktif, dengan anggaran besar dialokasikan setelah bencana terjadi.
Padahal, upaya pencegahan dan mitigasi sejak awal dinilai mampu menekan dampak kerugian yang jauh lebih besar.
“Pencegahan itu jauh lebih murah dibandingkan penanganan pascabencana. Kalau anggarannya diarahkan sejak awal untuk mitigasi, dampaknya bisa diminimalkan,” kata Subari, Selasa, (6/1/2026).
Ia menjelaskan, penganggaran berbasis pencegahan dapat diwujudkan melalui program-program konkret, seperti perbaikan dan pemeliharaan drainase, penataan kawasan rawan banjir, penguatan infrastruktur, hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Menurut Subari, Kota Cilegon memiliki sejumlah wilayah dengan potensi kerawanan bencana, khususnya banjir dan dampak cuaca ekstrem.
Kondisi tersebut menuntut adanya perencanaan anggaran yang lebih antisipatif dan berkelanjutan.
“Kalau kita fokus di hulu, bukan di hilir, anggaran tidak akan terus terkuras untuk penanganan darurat. Ini juga lebih tepat sasaran karena langsung menyentuh penyebabnya,” ujarnya.
Subari berharap, pemerintah daerah bersama DPRD dapat menjadikan pencegahan bencana sebagai bagian penting dalam penyusunan APBD ke depan, sehingga penanganan bencana di Kota Cilegon tidak lagi bersifat darurat dan sementara.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pencegahan harus menjadi kebijakan utama, bukan hanya wacana,” pungkasnya.***