Dinilai Lebih Tertata, Pedagang Pasar Kranggot Cilegon Sambut Positif Wacana Pungutan Parkir

CILEGON — Wacana pemberlakuan pungutan parkir oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon disambut positif oleh para pedagang di Pasar Kranggot Cilegon. Mereka ingin kendaraan para pengunjung lebih tertata dan tarif tetap normal.

“Kalau demi keamanan, saya sih setuju. Terus bayar parkirnya jangan melebihi batas, normalnya Rp2 ribu aja,” kata Rohim, pedagang sayur di Pasar Kranggot Cilegon, Senin (28/9/2027).

Menurut Rohim, wacana pungutan parkir tak mempengaruhi angka pengunjung dan penjualan. Pasalnya, sebelum dikelola oleh pemerintah juga, masyarakat tetap membayar parkir.

“Kalau misal bayarnya normal gak masalah. Biasanya juga kan emang bayar parkir. Yang penting tadi itu, jangan melebih batas,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Nunung, penjual daging ayam di Pasar Kranggot Cilegon. Ia menyampaikan, apabila parkir kendaraan dikelola dan ditata lebih rapi, hal itu menjadi keuntung tersendiri untuk para pedagang.

“Kalau dikelola parkirnya, dirapihkan gak apa-apa. Soalnya kalau gak ada parkir, pada parkir di depan lapak, sembarangan ganggu orang belanja,” ujarnya.

Meski begitu, baik Rohim maupun Nunung hingga saat ini keduanya mengaku tidak pernah mengetahui wacana pungutan parkir yang bakal dikelola oleh Pemkot Cilegon lantaran tidak pernah ada sosialisasi.

“Maunya sih ada sosialisasi gitu, soalnya kita gak tau di sini soal itu. Belum ada pemberitahuan kalau di sini, gak tau kalau ke yang lain,” tutupnya. ***

CilegonParkirPasar KranggotPedagang
Comments (0)
Add Comment