CILEGON – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon mendorong pemukiman Tegal Bunder untuk menjadi sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) golok dan perkakas.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Industri Logam, Kimia, Mesin, Elektronik, dan Alat Angkut Disperindag Kota Cilegon, Teguh Pribadi, saat meninjau langsung produksi golok milik perajin Didi Supriyadi di Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Rabu (2/9/2026).
Teguh menilai produk golok dan perkakas buatan Didi memiliki potensi besar untuk dikembangkan serta dipasarkan secara lebih luas.
Dari segi kualitas, produk tersebut dinilai sudah sangat layak untuk memenuhi kebutuhan pasar.
”Secara fisik saya lihat saja itu sudah sangat layak memenuhi pasar,” kata Teguh.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan IKM logam ini sejalan dengan program hilirisasi industri.
Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen memberikan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari perizinan legalitas usaha, bantuan peralatan, hingga pengembangan produk.
”Salah satunya kita bantu pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kita lihat potensinya, baik pendampingan secara perorangan sebagai UMKM maupun IKM,” ujarnya.
Menurut Teguh, produk perkakas asal Cilegon berpeluang menembus pasar daerah hingga nasional.
Produk-produk ini juga dapat dikembangkan untuk beragam kebutuhan, mulai dari peralatan pertanian, peternakan, kebutuhan rumah tangga, hingga industri otomotif.
”Cilegon punya kemampuan luar biasa untuk memenuhi pasar logam, baik perkakas maupun produk lainnya. Tinggal bagaimana kita berani meningkatkan produktivitas,” tegasnya.
Selain meningkatkan perekonomian daerah, pengembangan IKM berbasis padat karya ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan pelaku IKM agar dapat berkembang secara kolaboratif, bukan hanya perorangan.
Terkait rencana pembentukan sentra IKM di Tegal Bunder, Disperindag akan segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan setempat.
”Walaupun saat ini yang terlihat menonjol baru sosok Pak Didi, melalui komunikasi intensif dengan jajaran kelurahan dan kecamatan, kawasan ini sangat bisa kita wujudkan menjadi sentra IKM golok dan perkakas,” tuturnya.
Teguh menambahkan, pengembangan sentra tersebut tidak harus menggunakan teknologi yang rumit.
Sentuhan teknologi sederhana dinilai sudah cukup untuk mendongkrak produktivitas dan kualitas hasil kerajinan.
Sementara itu, perajin golok sekaligus Ketua RT 15 Tegal Bunder, Didi Supriyadi, menyambut positif perhatian dari pemerintah daerah.
”Saya pribadi sangat termotivasi dalam menggeluti kerajinan bilah, golok, pisau, dan perkakas lainnya. Alhamdulillah sampai saat ini saya masih konsisten di bidang ini,” ungkap Didi.
Ia berharap rencana pembentukan sentra perkakas di Tegal Bunder dapat segera terealisasi agar para perajin lokal memiliki wadah yang memadai untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas produksi.
”Dengan adanya kunjungan dari Disperindag, semoga apa yang kami harapkan dapat segera terwujud,” pungkasnya.***