DPW GEMA Al-Khairiyah Banten Dukung Pemberantasan Korupsi dan Program Kerakyatan Presiden Prabowo

CILEGON – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Mahasiswa Al-Khairiyah (GEMA Al-Khairiyah) Provinsi Banten menggelar aksi dan pawai kebangsaan di kawasan Landmark Kota Cilegon, Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk partisipasi mahasiswa dalam mengawal penegakan hukum, mendukung pemberantasan korupsi, serta mengawasi pelaksanaan berbagai program kerakyatan pemerintah.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya penegakan hukum yang independen, transparan, profesional, dan bebas dari segala bentuk intervensi sebagai fondasi terwujudnya pemerintahan yang bersih serta berintegritas.

Ketua DPW GEMA Al-Khairiyah Provinsi Banten, Supardi, menegaskan organisasinya mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi, praktik mafia di berbagai sektor, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Kami mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi dan berbagai praktik mafia yang merugikan negara serta masyarakat. Pemberantasan korupsi harus dilakukan secara konsisten, tanpa tebang pilih, dan berdasarkan supremasi hukum. Mahasiswa akan terus menjadi mitra kritis sekaligus mitra konstruktif dalam mengawal agenda tersebut demi terwujudnya Indonesia yang bersih, adil, dan berintegritas,” kata Supardi.

Ia mengatakan korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang menghambat pembangunan nasional serta mengurangi hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang berkualitas.

Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa perlu mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi maupun mafia.

Selain mendukung agenda pemberantasan korupsi, DPW GEMA Al-Khairiyah juga menyatakan komitmennya mengawal berbagai program kerakyatan pemerintah, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, program tersebut merupakan investasi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi generasi muda.

Organisasi itu menilai pelaksanaan Program MBG harus dilakukan secara transparan, tepat sasaran, efektif, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Mahasiswa, lanjutnya, siap berperan dalam pengawasan partisipatif untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Koordinator Lapangan, Rosihin, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial yang dilakukan secara damai, argumentatif, dan bertanggung jawab.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengawal kebijakan publik dengan pendekatan akademis dan berdasarkan kepentingan masyarakat. Kami mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat, sekaligus mendorong penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan orator aksi, Kamila Anjaina, mengajak generasi muda untuk terus berpartisipasi aktif dalam mengawal jalannya pemerintahan melalui sikap yang kritis, objektif, dan konstruktif guna memperkuat demokrasi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Dalam pernyataan sikapnya, DPW GEMA Al-Khairiyah Provinsi Banten menyampaikan lima poin utama, yakni mendukung pemberantasan korupsi dan praktik mafia, mendorong penegakan hukum yang independen dan profesional, mengawal Program Makan Bergizi Gratis serta program kerakyatan lainnya agar tepat sasaran, memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, serta menegaskan peran mahasiswa sebagai agent of change, social control, dan moral force dalam mengawal pembangunan nasional.***

Comments (0)
Add Comment