HUT RI ke-81, HNSI Cilegon Gelar Lomba Mancing hingga Soroti Kebutuhan TPI

CILEGON – Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon menggelar lomba mancing sekaligus silaturahmi akbar nelayan. Kegiatan ini disambut antusias dan diikuti oleh ratusan nelayan dari berbagai pangkalan HNSI di Cilegon.

Acara yang mengusung tema “Bersatu di Laut, Berdaya di Darat, Nelayan Cilegon Sejahtera untuk Indonesia Maju” ini berlangsung di kawasan Medaksa, Pulomerak, Kota Cilegon, Kamis (27/8/2026).

Lomba mancing tersebut diikuti oleh perwakilan dari 11 pangkalan HNSI se-Kota Cilegon. Para peserta mulai melaut untuk memancing sejak pukul 06.00 WIB hingga siang hari sekitar pukul 12.00 WIB.

Ketua DPC HNSI Kota Cilegon, Supriyadi, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar perlombaan, namun menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kekompakan antar-nelayan.

“Dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, HNSI Kota Cilegon menggelar lomba memancing antar-nelayan se-Kota Cilegon. Ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi bersama,” ujar Supriyadi kepada wartawan.

Pantauan di lokasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, perwakilan perusahaan di Kota Cilegon, serta para tokoh nelayan.

Supriyadi bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Ia berharap agenda serupa dapat kembali dilaksanakan tahun depan dengan lebih meriah.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar tanpa hambatan. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa melaksanakan kegiatan seperti ini lagi sebagai bentuk partisipasi kami kepada nelayan dan untuk terus menjaga kekompakan,” tuturnya.

Terkait hasil lomba, Supriyadi memaparkan bahwa dalam durasi memancing sekitar lima jam, para peserta berhasil mengumpulkan total tangkapan ikan sekitar 120 kilogram. Berbagai jenis ikan karang berhasil didapat, di antaranya kakap merah dan kerapu.

Menurutnya, jumlah tangkapan tersebut masih bisa jauh lebih banyak jika durasi perlombaan diperpanjang hingga malam hari.

“Alhamdulillah tangkapannya lumayan banyak dan cukup bagus, walaupun waktunya terbatas. Kalau sampai malam, mungkin total tangkapan bisa mencapai satu ton,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah uang tunai kepada para pemenang dengan hasil tangkapan terbaik. Juara pertama berhak mendapatkan Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Selain itu, ada juga kategori khusus untuk tangkapan ikan dengan bobot terberat yang mendapatkan hadiah Rp1 juta.

Suarakan Aspirasi Kebutuhan TPI

Di sela-sela kemeriahan lomba, HNSI Cilegon memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan aspirasi mendesak para nelayan kepada pemerintah daerah. Salah satu kebutuhan utama yang disoroti adalah ketiadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang representatif di Cilegon.

Supriyadi meminta pemerintah segera memprioritaskan penyediaan TPI. Keberadaan TPI dinilai sangat vital untuk membantu nelayan menjual hasil tangkapan dengan harga layak, sekaligus mendukung perputaran ekonomi masyarakat pesisir.

“Kami berharap kepada pemerintah, perhatikanlah kami nelayan. Di Cilegon sampai sekarang belum ada TPI atau tempat pelelangan ikan. Padahal, nelayan itu setiap hari melaut dan memancing karena memang itu profesi kami,” akunya.

Dia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap kebutuhan nelayan, termasuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung aktivitas melaut. Menurutnya, dukungan real dari pemerintah sangat penting karena nelayan menggantungkan hidup dari aktivitas melaut setiap hari.

“Ini (mohon) menjadi sebuah apresiasi kepada kami nelayan supaya terus melakukan pekerjaan, karena ini profesi. Nelayan itu bukan hanya sekali dua hari mancing, tetapi memang setiap hari,” pungkasnya.(*/Ali)

Comments (0)
Add Comment