CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menata wajah kota dengan memasang 45 lampu hias di sepanjang jalan protokol, mulai dari kawasan Sucovindo hingga Ramayana Cilegon. Penataan tersebut membentang sekitar satu kilometer dengan anggaran Rp3,8 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon, Tb Dendi Rudiatna, mengatakan penataan tersebut merupakan arahan Wali Kota Cilegon Robinsar agar sejumlah titik di kota memiliki ikon dan karakter tersendiri.
“Memang sesuai arahan Pak Wali, kita itu ada beberapa titik mempunyai ikon sendiri,” kata Dendi saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan, desain lampu hias dibuat secara khusus atau custom dengan mempertimbangkan karakter masing-masing kawasan.
Konsep desain tersebut juga telah melalui pembahasan antara tim perencana dan Wali Kota Cilegon.
“Seperti contoh, di kawasan Simpang Tiga akan mengusung bentuk klasik, di titik Cilegon Timur dengan model feminin, sedangkan kawasan lainnya mengusung konsep semi modern,” ujarnya.
Selain pemasangan, Pemkot Cilegon menyiapkan skema pemeliharaan agar lampu hias tetap berfungsi setelah proyek selesai.
Tim khusus direncanakan dibentuk untuk menangani kerusakan maupun gangguan penerangan di lapangan.
Dendi menegaskan, pemeliharaan menjadi bagian penting agar fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan masyarakat.
“Pantang pulang sebelum menyala,” ujarnya, menggambarkan komitmen tim dalam menangani lampu hias yang mengalami gangguan.
Dari sisi pengamanan, koordinasi juga telah dilakukan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Pemkot Cilegon turut merencanakan koordinasi dengan Sekretaris Daerah untuk memastikan pengamanan aset pemerintah tersebut.
Menurut Dendi, keberadaan lampu hias tidak hanya bertujuan memperindah kota, tetapi juga harus diimbangi dengan pemeliharaan dan pengamanan agar dapat berfungsi secara berkelanjutan.
Penataan jalan protokol juga direncanakan berlanjut dari kawasan Simpang Tiga hingga rumah dinas wali kota, termasuk pembenahan trotoar. Program lanjutan tersebut diperkirakan masuk dalam rencana pembangunan 2027–2028.
Adapun panjang keseluruhan kawasan yang akan ditata masih menunggu hasil perencanaan teknis.
Desain lampu hias pada titik berikutnya juga dapat disesuaikan dengan karakter kawasan, sementara lampu yang digunakan didatangkan dari Jawa dengan desain khusus.
Dengan anggaran Rp3,8 miliar, proyek tersebut diharapkan mampu mempercantik wajah Kota Cilegon sekaligus menghadirkan identitas visual pada kawasan jalan protokol.
Namun, ketepatan penyelesaian proyek serta kesiapan pemeliharaan akan menjadi faktor penting untuk memastikan fasilitas tersebut berfungsi optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*/Nandi)