Pemecah Ombak Merak Malah Jadi Spot Mancing, Pengawasan Objek Vital Dipertanyakan

CILEGON – Area pemecah ombak (breakwater) di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, yang merupakan bagian dari fasilitas penunjang keselamatan pelayaran, masih ramai dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi memancing. Aktivitas tersebut bahkan telah berlangsung sejak lama.

Pantauan pada Kamis (2/7/2026), sejumlah pemancing terlihat memenuhi hampir seluruh sisi bangunan beton pemecah ombak dengan membawa perlengkapan memancing.

Padahal, breakwater memiliki fungsi vital sebagai pelindung dermaga dari hantaman gelombang sekaligus menjaga stabilitas perairan agar proses sandar kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak dapat berlangsung aman, terutama saat cuaca buruk.

Aktivitas memancing di kawasan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan karena lokasinya berada di jalur keluar masuk kapal feri serta memiliki risiko gelombang, arus laut, dan lalu lintas kapal berukuran besar.

Kondisi itu juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap kawasan yang merupakan bagian dari objek vital nasional.

Meski demikian, masyarakat masih dapat mengakses area tersebut dengan leluasa. Para pemancing mengaku memilih lokasi itu karena dinilai memiliki potensi ikan yang lebih banyak dibandingkan kawasan pesisir lainnya, meski mereka menyadari adanya risiko keselamatan.

Masyarakat berharap pengelola pelabuhan bersama instansi terkait memperjelas aturan penggunaan kawasan pemecah ombak, termasuk dengan memasang rambu larangan, pembatas akses, serta meningkatkan pengawasan guna mencegah kecelakaan maupun gangguan terhadap operasional pelabuhan.

Menanggapi informasi tersebut, Humas ASDP Merak, Dheo, menyatakan akan meneruskan laporan tersebut kepada pihak yang berwenang.

“Saya teruskan ke tim terkait, terima kasih infonya,” ujar Dheo, dikutip melalui pesan WhatsApp.***

Comments (0)
Add Comment