CILEGON – UPTD Samsat Kota Cilegon menggencarkan penelusuran tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan mendatangi sejumlah kantong parkir di wilayah Kota Cilegon. Pada Selasa (2/6/2026), kegiatan dilakukan di area parkir SMA 2 Krakatau Steel dan Komplek Pendidikan Al-Azhar.
Petugas memeriksa nomor polisi kendaraan satu per satu untuk mencocokkan data kendaraan yang masih memiliki tunggakan pajak.
Lokasi dengan kapasitas parkir besar dipilih karena dinilai efektif untuk menjangkau lebih banyak kendaraan yang masuk dalam daftar tunggakan.
Kepala UPTD Samsat Kota Cilegon, TB Mochamad Kurniawan, mengatakan metode tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pencarian kendaraan penunggak pajak.
“Mudah-mudahan dengan pola kita mendatangi kantong parkir, kemudian beberapa tempat-tempat yang mendapatkan lahan-lahan besar untuk kantong parkir, itu bisa mengoptimalkan kita melakukan rangka penelusuran,” katanya, Selasa (2/6/2026),
Meski demikian, ia mengakui pihaknya menghadapi keterbatasan sumber daya dalam pelaksanaan program tersebut.
“Walaupun memang kami sedikit kewalahan sebenarnya dalam kapasitas sumber daya yang ada di kita,” ujarnya.
Kurniawan menyebut Samsat Cilegon memiliki target penyelesaian tunggakan terhadap 1.178 kendaraan. Hingga saat ini, sebanyak 678 kendaraan telah melakukan pembayaran pajak.
“Kita mendapatkan beban sekitar 1.178 kendaraan yang harus kita selesaikan dalam kaitan pembayaran tunggakan kendaraan,” katanya.
“Alhamdulillah dari kemarin dari 1.178 kendaraan sudah membayar 678, kita fokus di sisanya,” lanjutnya.
Untuk mengejar sisa kendaraan yang masih menunggak, petugas akan menempelkan lembar pemberitahuan pada kendaraan yang ditemukan saat penelusuran di lapangan.
“Langsung. Tempat-tempat parkir. nanti diprint seperti kuitansi, ditempelkan di motor atau mobil yang memang menunggak,” jelasnya.
Program penelusuran ini akan berlangsung hingga 30 Juni 2026 dengan melibatkan sembilan tim yang turun setiap hari ke berbagai lokasi parkir di Kota Cilegon.
“Kita maksimalkan sampai tanggal 30 Juni. Setiap hari. Ada 9 tim yang akan turun, terus kontinu melakukan penelusuran,” katanya.
Selain melakukan pendataan, petugas juga siap membantu wajib pajak yang ingin langsung melunasi kewajibannya di lokasi.
“Wajib pajak yang mau langsung melakukan pembayaran pajak. Kita bisa membantu itu. Karena dengan pola sekarang, dengan sistem pembayaran yang bisa langsung, kita bisa bantu,” pungkasnya. (*/ARAS)