Tinjau Pembangunan Jalan Nasional Citangkil-Ciwandan, Walikota Desak Dipercepat Demi Keselamatan Pengandara

CILEGON – Walikota Cilegon Robinsar mendesak proses perbaikan Jalan Nasional ruas Citangkil-Ciwandan dipercepat.

Langkah itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan potensi risiko bagi pengguna jalan akibat pekerjaan yang berlangsung di jalur padat tersebut.

Robinsar meninjau langsung proses perbaikan jalan nasional itu. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resminya, @robinsar19, terlihat sejumlah titik jalan masih dalam kondisi berlubang setelah dilakukan pembongkaran menggunakan alat berat.

Robinsar meminta kontraktor mengatur pola kerja secara efektif dan paralel agar lubang yang telah dibongkar tidak dibiarkan terlalu lama sebelum dilakukan pengerjaan tahap berikutnya.

“Kita pantau agar proses perbaikannya bisa dipercepat, dan pola kerjanya efektif waktunya, mengingat banyak potensi yang merugikan jika ini lambat ditangani,” kata Robinsar dalam video tersebut, dikutip, Kamis (14/8/2026).

Dalam peninjauan itu, Robinsar juga meminta agar tahapan pekerjaan, mulai dari pembongkaran, pengangkutan material, perbaikan tanah dasar, pemadatan, pemasangan agregat hingga pengecoran, dilakukan secara berkesinambungan.

Ia menekankan agar pekerjaan tidak berlangsung berhari-hari pada satu titik sehingga semakin memperparah kepadatan lalu lintas.

“Kalau hari ini diangkat, diagregat, di-fibro, LC, kalau memang menunggu 12 jam, besok langsung dicor. Soalnya masyarakat pada macet,” ujarnya.

Menurutnya, ruas Citangkil-Ciwandan merupakan jalur padat yang banyak dilalui kendaraan, terutama pada sore hari ketika masyarakat pulang kerja.

“Jangan sampai lebih tiga hari. Masyarakat itu pada macet, karena memang ini jalur padat, apalagi jam segini, jam empat sampai jam lima mulai padat. Orang pulang kerja dan segala macam,” tegasnya.

Dalam dialog dengan pihak pelaksana, Robinsar juga menanyakan target penyelesaian pekerjaan. Pelaksana menyebut masih terdapat sekitar 270 slab yang harus dikerjakan untuk ruas Cilegon hingga Jelat.

Pekerjaan tersebut ditargetkan maksimal selesai pada akhir September. Namun, Robinsar meminta agar pengerjaan di lapangan dapat dipercepat dari target tersebut dengan mengoptimalkan tahapan pekerjaan dan waktu pelaksanaan.

“Besok siang, dari pagi sampai siang, ini harus diselesaikan material. Jam dua, jam tiga sudah mulai pasang agregat. BLC hari itu juga, besok mulai cor,” kata Robinsar.

Robinsar menegaskan percepatan pekerjaan menjadi penting bukan hanya untuk mempercepat penyelesaian proyek, tetapi juga mencegah dampak yang lebih besar bagi masyarakat, seperti kemacetan panjang hingga potensi kecelakaan akibat kondisi jalan yang belum tertangani.

“Saya minta dipercepat,” tegasnya.***

Comments (0)
Add Comment