CILEGON — Kodim 0623/Cilegon resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 melalui upacara yang digelar kawasan Indah Kiat, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Rabu (22/4/2026).
Upacara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto serta sejumlah unsur Forkopimda setempat.
Program TMMD akan berlangsung selama satu bulan, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026.
Kegiatan itu menjadi bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan, baik fisik maupun nonfisik.
Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, menyampaikan bahwa TMMD merupakan program rutin tahunan sebagai wujud bakti TNI kepada masyarakat.
Pada triwulan kedua 2026, pelaksanaan TMMD ke-128 di wilayah Banten dipusatkan di Kota Cilegon, setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Kabupaten Serang.
“TMMD ini merupakan bentuk nyata bakti TNI dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI, tetapi juga membutuhkan dukungan semua pihak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sasaran TMMD meliputi pembangunan fisik seperti perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), pembuatan sumur bor, pembangunan dan perbaikan fasilitas ibadah, serta sarana mandi, cuci, kakus (MCK).
Selain itu, terdapat pula program nonfisik berupa penyuluhan kesehatan, pencegahan stunting, edukasi pola hidup sehat, hingga peningkatan wawasan kebangsaan.
Wali Kota Cilegon Robinsar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TMMD.
Menurutnya, program tersebut merupakan langkah konkret kehadiran negara melalui TNI dalam membantu masyarakat.
“Ini adalah langkah nyata dan bentuk kolaborasi. Kami siap mendukung dan membuka ruang kerja sama dengan semua pihak, termasuk sektor swasta, agar program ini memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori menjelaskan, pelaksanaan TMMD menyasar sejumlah kegiatan fisik dan nonfisik yang terintegrasi.
Untuk pembangunan fisik, di antaranya pembukaan jalan sepanjang 2,8 kilometer, pemadatan jalan 1,8 kilometer, serta pembangunan saluran air sepanjang 80 meter di Lingkungan Langon, Kelurahan Mekarsari.
Selain itu, dilakukan perbaikan 10 unit rumah tidak layak huni, pembangunan pipanisasi sepanjang 1 kilometer, pembuatan fasilitas MCK, perbaikan sarana masjid dan mushola, serta pembangunan 10 unit sumur bor.
Di sektor nonfisik, TMMD juga menghadirkan berbagai layanan dan edukasi kepada masyarakat, seperti pendataan akta kelahiran, operasi katarak, penyuluhan kesehatan, serta sosialisasi program pemerintah pusat dan daerah.
“Melalui TMMD, kami berupaya menyelaraskan program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memberikan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya pembangunan dan ketahanan, termasuk ketahanan pangan,” ujar Imam.***