Triwulan Pertama, Tren Ekspor Dedak Gandum Cilegon Meningkat

Sub Koordinator Karantina Tumbuhan Karantina Pertanina Cilegon, Heppy Diati mengatakan karantina pertanian Cilegon akan membantu kelancaran ekspor produk tersebut. Dimana ia menegaskan kepada fungsional karantina tumbuhan untuk menjalankan tindakan karantina sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan menjalankan amanat Undang-undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Kami melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) serta memastikan jaminan mutu produk yang dilakukan dalam serangkaian tindakan karantina tumbuhan. Dalam kegiatan tersebut kemudian diterbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan, agar ekspor dapat diterima dan tidak ada notification of non compliance (NNC) oleh negara tujuan,” pungkas Heppy

“Dedak gandum merupakan komoditas yang menyimpan potensi diserang serangga gudang yang tidak diperbolehkan oleh negara tujuan ekspor. Bebas hama gudang dan lainnya merupakan persyaratan teknis ekspor yang mutlak dipenuhi untuk dapat tembus negara tujuan,” tambah Hepi.

Di tempat terpisah Ali Jamil, Kepala Badan Karantina menerangkan sejalan dengan upaya peningkatan ekspor pertanian melalui program gratieks yang digagas Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo -red), ragam komoditas dan negara tujuan ekspor akan menjadi fokus Karantina.

“Saya mengapresiasi pelaku usaha tepung gandum ini dalam upayanya memanfaatkan nilai tambah dari pengolahan biji gandum sehingga menjadi komoditas bernilai ekspor, pasalnya biji gandum ini didatangkan dari luar negeri,” ujar Jamil.

“Untuk itu mari kita perbanyak ragam komoditas ekspor, dengan mengolah dahulu dan tidak melakukan ekspor dalam bentuk bahan mentah. Dengan mengolah menjadi bentuk lain akan menghasilkan nilai tambah,” tutup Jamil. (*/Red)

Ekspor dedakGandum
Comments (0)
Add Comment