CILEGON — Anggota DPRD Kota Cilegon, Hojali, membantu warga Perumahan Bumi Cilegon Kencana (BCK), Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, melakukan normalisasi saluran drainase untuk mencegah banjir.
Bantuan tersebut berupa menurunkan alat berat ekskavator dan satu unit truk kebutuhan gotong royong guna mengeruk sedimentasi yang menumpuk di sepanjang saluran air kawasan perumahan tersebut yang dilakukan, Jum’at (15/5/2026).
Ketua RW 08 Perumahan BCK, Asep Sugianto, mengatakan normalisasi drainase dilakukan mulai dari area pertigaan hingga perempatan perumahan agar aliran air lebih lancar.
“Hari ini sesuai jadwal ada pengerukan dan pembobokan jembatan untuk pembersihan saluran air atau normalisasi saluran mulai dari pertigaan sampai perempatan area ini,” kata Asep.
Menurutnya, dengan mendapat bantuan alat berat dan truk dari anggota DPRD Kota Cilegon, Hojali, proses pengerjaan menjadi lebih ringan.
“Kita dibantu oleh Pak Dewan Hojali berupa pengadaan ekskavator dan truk untuk kebutuhan pembobokan dan membersihkan saluran,” ujarnya.
Asep menjelaskan, wilayah Blok D Perumahan BCK selama ini menjadi kawasan rawan banjir karena merupakan daerah bekas rawa dengan posisi tanah yang rendah.
“Sebelumnya wilayah sini rawan banjir, terutama Blok D, karena dulunya rawa. Hampir setiap hujan pasti banjir,” katanya.
Ia mengatakan warga berinisiatif melakukan pembersihan sedimentasi di saluran drainase sebagai langkah antisipasi agar banjir tidak kembali terjadi saat musim hujan.
“Kami mencoba mengantisipasi dengan cara pembersihan sedimen saluran untuk mencegah banjir,” ucapnya.
Asep juga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan sehingga pekerjaan normalisasi dapat berjalan lancar.
“Alhamdulillah, insya Allah berjalan lancar. Kami berterima kasih sekali atas bantuan dari Pak Dewan karena pekerjaan jadi lebih ringan,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Cilegon, Hojali, mengaku turun langsung membantu warga setelah menerima keluhan mengenai banjir yang kerap terjadi akibat drainase meluap.
“Sebelumnya warga datang ke rumah saya mengeluhkan setiap hujan drainase selalu meluap bahkan masuk ke rumah warga. Ini bukan sekali dua kali, tapi sudah bertahun-tahun belum dibenahi,” kata Hojali.
Ia menuturkan, bantuan alat berat diberikan berdasarkan hasil musyawarah bersama warga agar proses normalisasi dapat segera dilakukan.
“Dengan adanya musyawarah dan warga meminta diturunkan alat berat, maka saya bantu turunkan. Mudah-mudahan bisa meringankan pekerjaan di sini sehingga saluran air lancar dan tidak banjir lagi,” ujarnya.
Hojali berharap pemerintah daerah dapat lebih cepat merespons laporan masyarakat terkait persoalan lingkungan, khususnya banjir di kawasan permukiman.
“Saya berharap pemerintah jangan hanya sebatas omon-omon (wacana-re). Kadang warga sudah melapor, tapi realisasinya tidak ada. Ini bukan menyombongkan diri, tapi ini warga saya dan daerah pemilihan saya juga, jadi saya ingin membantu mereka,” katanya.***