CILEGON — Perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terhadap persoalan banjir mendapat apresiasi dari masyarakat.
Hal itu terlihat saat Wali Kota Cilegon Robinsar meninjau langsung proses normalisasi dan pengerukan sedimen Tandon BBS 3, Jumat (25/9/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Pemerintah Kota Cilegon dalam meningkatkan kapasitas tampung air sekaligus meminimalisir potensi banjir, khususnya di kawasan BBS 3 dan sekitarnya.
Dalam kunjungan itu, Robinsar didampingi jajaran Dinas PUPR, Camat Cilegon dan Lurah Ciwaduk.
Bagi warga, kehadiran langsung Wali Kota untuk melihat kondisi tandon dan memastikan penanganannya berjalan menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap persoalan banjir yang selama ini dirasakan masyarakat.
Ketua RT setempat, Cahyono, menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon. Menurutnya, pengerahan sejumlah alat berat untuk melakukan pengerukan menunjukkan adanya keseriusan dalam menangani persoalan banjir di wilayah tersebut.
“Terima kasih kepada Pak Wali yang telah mengusahakan usaha ini yang tidak sedikit untuk pengatasan banjir di lingkungan kita. Ada dua beko, ada dua dump truck besar dan ada tiga dump truck kecil. Semua ini usaha untuk mengatasi, mengurangi, bahkan kalau bisa meniadakan banjir di lingkungan RW 05, RW 09, khususnya RT 20 maupun Kampung Sawah,” kata Cahyono.
Ia mengatakan, masyarakat juga turut mendukung proses normalisasi dengan membantu mengoordinasikan pengangkutan sedimen yang telah dikeruk.
“Dengan adanya alat ini kami sangat terbantu, dan warga antusias untuk membantu mengoordinasikan pembuangan, pengangkatan sedimen sampai ke tempat pembuangannya. Terima kasih, Pak Wali,” ujarnya.
Cahyono menjelaskan, persoalan banjir di kawasan tersebut berkaitan dengan kondisi geografis wilayah yang relatif rendah serta perkembangan permukiman dan pembangunan di sekitar kawasan.
“Dulu di belakang Perumahan BBS itu sebenarnya sawah semua, sehingga air mengalir dengan lancar. Tetapi sekarang dengan perkembangan penduduk, banyak perumahan dan sebagainya, sementara di sini adalah area yang paling rendah, seperti mangkuk,” jelasnya.
Menurut Cahyono, air hujan dari sejumlah wilayah di sekitar BBS 3 kemudian mengalir dan terkonsentrasi di kawasan tersebut. Kondisi tandon yang telah mengalami pendangkalan juga menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani.
“Semua dari area atas, dari RW 05, RW 09 dan RW 04, air hujan lari ke sini semua. Jadi menumpuk di sini. Sementara pembuangannya kecil. Yang kedua, tandonnya sudah dangkal. Salah satu cara mengatasinya adalah menormalisasi tandon ini. Kita berharap dengan normalisasi tandon ini potensi banjir bisa teratasi atau berkurang,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan warga Kampung Sawah BBS 3, Kodrat. Ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Cilegon atas upaya yang dilakukan untuk mendorong penanganan persoalan banjir di wilayahnya.
“Terima kasih Pak Wali atas semua usahanya yang tadinya hampir tidak terlaksana. Insya Allah nanti malam ini benar-benar datang alat amfibinya. Saya sebagai perwakilan RT Kapling Blok E RT 10 Kampung Sawah mengucapkan terima kasih atas usahanya Pak Wali. Sekali lagi, atas nama RT, khususnya RT 10 RW 05, saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali,” ujar Kodrat.
Sementara itu, Camat Cilegon Maman Hermawan turut mengapresiasi dukungan Wali Kota Cilegon dan perangkat daerah dalam penanganan persoalan banjir di wilayahnya.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota beserta dinas terkait yang telah banyak membantu, baik peralatan maupun hal-hal lainnya, support dan doa tentunya,” kata Maman.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut merupakan salah satu dataran rendah sehingga menerima aliran air dari sejumlah wilayah di sekitarnya.
“Kami atas nama masyarakat Kecamatan Cilegon, khususnya Kelurahan Ciwaduk, dan khususnya lagi warga Blok E, di mana dataran ini adalah dataran terendah. Dari barat kita ada kiriman dari Makam Balung, dari timur dari Ciwaduk, dari selatan dari Gunung Sugih, dan dari utara juga bisa tembus,” jelasnya.
Maman menambahkan, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, upaya yang dilakukan warga bersama RT, RW dan kelurahan dalam membuka akses aliran air juga turut membantu mengurangi persoalan genangan.
“Berkat kesiapsiagaan masyarakat di sini, Pak RT, Pak RW dan Bu Lurah, kita melakukan pendekatan di lapangan, termasuk dengan pemilik workshop. Alhamdulillah bisa ada jalan-jalan untuk air bisa keluar,” ujarnya.
Ia berharap, setelah dilakukan normalisasi dan penataan, keberadaan tandon tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan air, tetapi ke depan dapat memberikan manfaat lain bagi masyarakat.
“Ke depan kalau sudah bagus, mudah-mudahan manfaatnya bagi masyarakat banyak, bukan hanya sebagai tandon, tapi bisa juga sebagai tempat wisata dan UMKM,” katanya.
Lurah Ciwaduk Nurul Hadiyati juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Cilegon melalui perangkat daerah yang telah menurunkan armada untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan banjir di wilayah BBS 3.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota melalui DPUPR dan DLH yang telah menurunkan armadanya. Ini adalah untuk pencegahan dan pengentasan banjir di wilayah RW 09 BBS 3 dan RW 05 Kavling Blok E,” ujar Nurul.
Menurutnya, normalisasi tandon merupakan bagian dari ikhtiar bersama yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Pihak kelurahan juga terus melakukan koordinasi bersama masyarakat agar proses pengerukan sedimen berjalan dengan baik.
“Ini adalah ikhtiar bersama kita. Saya selaku lurah, dengan arahan Bapak Camat, terus melakukan rapat koordinasi supaya teknis pengerukan sedimen ini berjalan dengan lancar. Alhamdulillah, warganya juga semangat, terjun langsung dan bergotong royong,” katanya.
Nurul berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi potensi banjir di kawasan BBS 3.
“Semoga ini menjadi ikhtiar bersama untuk mencegah banjir dan mengentaskan banjir di wilayah RW 09 dan RW 05,” pungkasnya.
Di sisi lain, Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara preventif, salah satunya melalui optimalisasi fungsi tandon yang ada di wilayah Kota Cilegon. Ia meminta proses normalisasi tidak berhenti pada pengerukan, tetapi dilanjutkan dengan perawatan secara rutin.
“Ini bentuk langkah preventif dari Pemkot Cilegon bersama PU untuk meminimalisir dampak banjir. Karena dalam waktu dekat juga akan masuk musim hujan. Kita ingin tandon ini bisa menampung air lebih banyak sehingga potensi banjir di wilayah BBS 3 bisa diminimalisir,” kata Robinsar.
Robinsar juga meminta jajaran terkait memastikan tandon benar-benar berfungsi optimal dan tidak kembali dipenuhi sedimen maupun mengalami penyumbatan.
“Saya minta dimonitor, dipastikan selesai dan tuntas. Tidak boleh lagi ada sumbatan, tidak boleh ada sedimen. Dimaksimalkan agar bisa menampung lebih banyak air,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas PUPR melakukan pemeliharaan tandon secara rutin setiap tahun sehingga fungsi infrastruktur pengendalian banjir dapat terus terjaga.
“Saya minta kepada PU, jangan hanya seremonial. Tandon ini harus ada perawatan setiap tahunnya,” pungkas Robinsar.***