Warga Tegalratu Cilegon Mengadu ke Menteri LH, Minta Penanganan Serius Polusi Udara

CILEGON – Perwakilan warga Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, bertemu langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, warga mengeluhkan paparan debu batu bara (fly ash) dan emisi industri yang memicu tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah mereka.

​Ketua RT 18 Lingkungan Keramat, Kelurahan Tegalratu, Kang Uci, menyampaikan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung keberadaan industri di Kota Cilegon sebagai bentuk investasi dan penopang pertumbuhan ekonomi.

Namun, warga juga menuntut hak atas lingkungan dan udara yang sehat.

​”Kami sebagai masyarakat tentunya mendukung dengan adanya pabrik yang ada di Kota Cilegon karena itu merupakan bentuk investasi di kota kami, tentunya untuk pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Ciwandan. Akan tetapi, kami sebagai masyarakat berhak mendapatkan hak udara sehat, lingkungan yang baik,” ungkap Uci, Senin (24/8/2026).

​Uci menjelaskan, pencemaran lingkungan menghebat sejak industri di kawasan tersebut beralih menggunakan batu bara sebagai bahan bakar.

Polusi debu batu bara tidak hanya mengotori permukiman, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.

​Menurut data yang dikantongi warga, terdapat sekitar 60 pabrik skala kecil hingga menengah yang masih memanfaatkan batu bara.

Salah satunya adalah PT Krakatau Posco yang mengonsumsi sekitar 2,1 juta hingga 2,5 juta ton batu bara per tahun.

​”Kami sejak lama hidup berdampingan dengan risiko polusi udara, kami diam. Tapi untuk kali ini kami tak tinggal diam, makanya kami langsung menemui Pak Menteri Lingkungan Hidup agar Pak Menteri turun langsung ke wilayah kami untuk meninjau langsung ke lokasi,” tegas Uci.

​Warga berharap Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) segera mengambil langkah nyata dan memberikan solusi konkrit agar anak-anak terhindar dari paparan ISPA yang kian memprihatinkan.

​Nada serupa disampaikan warga Tegalratu lainnya. Ia mendesak KLH untuk segera menginvestigasi industri-industri yang menjadi sumber pencemaran.

​”Curhat sudah, saat ini kami menunggu Kementerian Lingkungan Hidup turun langsung untuk mengecek industri mana saja yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Karena sebab itu warga Tegalratu banyak yang terpapar ISPA. Dari data di Dinas Kesehatan, sudah ribuan warga Tegalratu yang terpapar ISPA gegara polusi yang dihasilkan industri yang menggunakan batu bara,” pungkasnya.***

Comments (0)
Add Comment