SERANG– Sebanyak 1.000 anak yatim dan dhuafa dari delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten menerima bantuan di Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kota Serang, Kamis (2/7/2026).
Penyaluran santunan dan perlengkapan sekolah itu menjadi bagian dari program Lebaran 1.000 Anak Yatim Dhuafa yang dihelat BAZNAS Provinsi Banten untuk menyambut Muharram 1448 Hijriah.
Para penerima merupakan data hasil pendataan BAZNAS Banten bersama mitra di daerah, agar distribusi bantuan tepat sasaran.
Setiap anak mendapat santunan tunai Rp250 ribu. BAZNAS Banten juga menyerahkan paket sekolah berisi Al-Qur’an, tas, buku tulis, alat tulis, penghapus, dan camilan.
Wakil Ketua II BAZNAS Banten merangkap Ketua Pelaksana, Pery Hasanudin, menyebut kegiatan ini terlaksana berkat dukungan banyak pihak.
“Laporan hari ini kami memfasilitasi 1.000 anak yatim dhuafa dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten,” kata Pery.
Ia merinci, ada perusahaan yang menyalurkan donasi Rp50 juta. Donatur lain ikut berkontribusi mulai dari Rp15 juta, Rp10 juta, Rp5 juta, hingga Rp2,5 juta.
“Partisipasi ini menunjukkan kepedulian masyarakat Banten terhadap anak yatim dan dhuafa semakin tinggi,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyudin, mengatakan program ini rutin digelar tiap Muharram. Tahun ini paket bantuan lebih lengkap dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Wawan, Muharram menjadi momentum memperkuat semangat berbagi, meneladani hijrah Nabi Muhammad SAW.
“Kami ingin mengajak masyarakat agar semakin tergerak membantu anak-anak yatim. Dakwah akan terus kami lakukan, baik ada bantuan maupun tidak,” katanya.
BAZNAS juga mengkaji skema baru, seperti menggabungkan santunan yatim dengan bantuan untuk penyandang disabilitas. Namun rencana itu masih dibahas internal.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak masyarakat yang wajib zakat untuk menunaikannya melalui BAZNAS.
“Zakat yang disalurkan lewat BAZNAS lebih efektif karena datanya valid, sehingga bantuan tidak dobel dan sampai ke yang benar-benar butuh,” ujar Dimyati.
Ia menilai, kolaborasi BAZNAS dengan pemerintah dan dunia usaha membuka ruang lebih besar untuk program pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
BAZNAS Banten menegaskan komitmen mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel. Diharapkan semakin banyak anak yatim dan dhuafa yang merasakan manfaatnya. ***