SERANG– Sebanyak 23.723 siswa di Banten mengalami gangguan penglihatan. Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan kesehatan mata terhadap 994.202 siswa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tercatat dalam dashboard Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) per 1 Oktober 2026.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Menular (P2PTM) Dinkes Banten, Nenden Diana Rose, mengungkapkan, angka tersebut setara 2,4 persen dari total siswa yang diperiksa. Rinciannya, 20.321 siswa mengalami gangguan refraksi dan 3.402 siswa mengalami kelainan mata lainnya.
“Gangguan penglihatan didominasi oleh kasus refraksi atau mata minus,” ujar Nenden, Senin (5/10/2026).
Ia menjelaskan, penyebab utama gangguan penglihatan pada usia sekolah adalah perubahan perilaku. Kebiasaan menatap layar gawai, komputer, dan membaca dalam jarak terlalu dekat tanpa jeda istirahat menjadi pemicu utama.
“Jarak baca yang terlalu dekat dan tidak ada jeda saat beraktivitas dengan pandangan dekat itu sangat berpengaruh. Ditambah lagi rendahnya aktivitas anak di luar ruangan, sehingga risiko miopia atau rabun jauh meningkat,” jelasnya.
Faktor lain yang turut berkontribusi adalah faktor genetik dari orang tua dengan riwayat miopia, infeksi atau peradangan mata, trauma, hingga kekurangan gizi.
“Kekurangan vitamin A berat bisa menyebabkan gangguan mata serius,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan pemeriksaan mata ini merupakan bagian dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang rutin dilakukan untuk semua kelompok usia.
Ia menyebut, gangguan mata memang dominan ditemukan pada kelompok usia sekolah, berbeda dengan remaja dan lansia yang banyak mengalami hipertensi dan diabetes.
“Banyak anak sekolah yang mengalami kelainan mata, terutama mata minus,” kata Ati.
Untuk mengatasinya, Dinkes Banten akan mengkombinasikan intervensi kesehatan mata dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Asupan gizi seimbang dinilai penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan organ penglihatan anak.
“Bagaimana program MBG ini kita kombinasikan, salah satunya untuk memperbaiki daya tahan tubuh termasuk kesehatan visual mata anak,” pungkasnya. ***