Akui Baru Perdana Masuk Pendopo Gubernur Banten, Wamenhaj Dahnil Tekankan Komitmen Antikorupsi

SERANG – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, diketahui selama dua hari ini berkeliling dan berkegiatan di sejumlah tempat di Provinsi Banten sejak Jum’at (7/8/2026) kemarin.

Dahnil mengunjungi dan melakukan pembinaan pegawai di kantor Kemenhaj Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Sementara pada Sabtu pagi, Dahnil menyempatkan olahraga lari di kawasan Tahura (Taman Hutan Raya), Carita, Pandeglang.

“Saya sejak Jum’at dan hari ini melakukan kunjungan di Banten. Keliling ke kantor Kanwil (Kemenhaj) dan sempat juga lari di Tahura Pandeglang,” ujar Dahnil usai menghadiri Pengukuhan Pengurus Wilayah Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Sabtu (8/8/2026).

Menariknya, kali ini menjadi momen perdana bagi Wamenhaj Dahnil menginjakkan kaki di Pendopo atau Kantor Gubernur Banten.

Padahal menurut Dahnil, dirinya sempat tinggal dan beraktivitas mengajar selama belasan tahun di Kampus Negeri di Kota Serang, Banten.

“Baru kali ini saya masuk ke Pendopo Gubernur ini. Sejak 12 tahun saya mengajar, tidak pernah ke pendopo,” ungkapnya sembari tersenyum.

Dalam sambutannya di acara Pengukuhan PW MPI Banten, Dahnil juga menceritakan tentang pengalamannya menjadi sosok akademisi yang kritis terhadap Pemerintahan Provinsi Banten kala itu.

Bahkan menurut Dahnil, dirinya kala itu seakan menjadi salah satu sosok yang terlarang untuk bisa diterima masuk oleh Pemerintah Provinsi Banten yang saat itu dipimpin Ratu Atut Chosiyah.

Soroti Pembangunan Banten Selatan dan Antikorupsi

Dalam kesempatan tersebut, Dahnil memberikan pandangannya terkait arah tata kelola pemerintahan Provinsi Banten ke depan.

Usai bertemu Andra Soni di Pendopo Gubernur, Dahnil mengakui bahwa saat ini Provinsi Banten telah banyak perubahan, namun ia juga menilai bahwa masih banyaknya PR perbaikan terutama di wilayah Banten Selatan.

Ia berharap tata kelola pemerintahan semakin membaik dan konsisten membawa perubahan ke arah yang lebih positif, khususnya dengan memperkuat komitmen antikorupsi.

“Mudah-mudahan jauh lebih baik, harus terus berubah lebih baik. Saya tentu berharap komitmen antikorupsi, seperti suara yang dari dulu saya sampaikan terutama di Provinsi Banten ini. Pemerintahan harus bersih,” tegasnya.

Selain komitmen antikorupsi, Dahnil mendorong perhatian lebih pada pembangunan Banten bagian Selatan, seperti wilayah Lebak dan Pandeglang.

Menurutnya, pembenahan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, sangat krusial mengingat tingginya potensi hasil bumi dari daerah tersebut.

“Harus berpihak untuk rakyat Banten, terutama rakyat Banten Selatan, Lebak, Pandeglang. Infrastrukturnya harus dibenahi, jembatan, karena hasil bumi dari Pandeglang dan Lebak itu luar biasa,” jelasnya.

Potensi Pariwisata dan Promosi Daerah

Tak hanya infrastruktur, sektor pariwisata di Banten Selatan juga menjadi sorotan.

Dahnil menilai Pandeglang dan Lebak memiliki daya tarik wisata yang melimpah yang butuh promosi lebih masif.

“Dan jangan lupa pariwisatanya. Objek-objek wisata Lebak dan Pandeglang itu banyak dan harus dipromosikan. Saya sudah ikut mempromosikan,” pungkasnya.

Di akhir wawancara, Dahnil berharap seluruh elemen Pemprov Banten dan masyarakat terus aktif mempromosikan potensi daerah agar kemajuan Banten dapat dirasakan secara merata. (*/Red) 

Dahnil Anzar SimanjuntakGubernur BantenMatahari Pagi IndonesiaPendopo gubernurPW MPI Provinsi BantenWamenhaj
Comments (0)
Add Comment