SERANG -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mengungkapkan alokasi anggaran program sekolah gratis. Tahun ini anggarannya mencapai sekitar Rp 340 miliar.
Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin, mengatakan untuk tahun 2027 anggaran sementara diproyeksikan sekitar Rp 320 miliar dan masih belum final.
“Kalau di tahun 2027 kurang lebih sementara ini kurang lebih 320-an sementara ya, masih belum final sih untuk di 2027, tapi di sekarang masih di 340-an,” ujarnya, Jum’at (16/10/2026).
Meski anggaran turun, jumlah penerima manfaat dipastikan tetap sama. Tahun ini total penerima sekitar 130 ribu siswa.
“Jadi terkait sekolah gratis, di tahun ini kurang lebih 120 ribu dari SMA, SMK, SKh ditambah dengan Madrasah Aliyah rencananya 10 ribu, jadi kurang lebih 130 ribu-an,” jelasnya.
Ia menyebut target 2027 masih sama karena sasarannya adalah siswa yang sama yang kini sudah naik ke kelas 11.
“Tetap masih sama angkanya, masih orangnya orang itu juga. Karena kan itu cuma semester 2 kan,” katanya.
“Baru tau, terakhir kan 60 ribu, datanya kemarin 60 ribu. 60 ribu kali 2 kan, karena akhirnya udah kelas 11. Lagi diverifikasi sekarang,” tambahnya.
Untuk Madrasah Aliyah yang baru pertama kali masuk program, kuotanya dikunci 10 ribu siswa. Saat ini Dindikbud masih melakukan verifikasi data sekolah dan siswanya.
“Aliyah itu 10 ribu. Sekolahnya belum nih nanti, karena nyebar ya. Angkanya aja yang kita kasih 10 ribu, cuma datanya di kabid saya. Kuotanya 10 ribu saya kunci. Kita lagi proses verifikasi,” ujarnya.
Soal besaran bantuan per siswa, Jamaluddin menyebut untuk Madrasah Aliyah kisarannya antara Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu, namun untuk anggaran provinsi dipukul rata sekitar Rp 50 ribuan.
“Angkanya antara Rp 120-Rp 150-an lah. Kalau yang anggaran kita kan Rp 50 ribuan. Kita pukul rata,” katanya.
Untuk mekanisme pembayaran, Jamaluddin menjelaskan bantuan sekolah gratis dibayarkan setiap 3 bulan sekali. Untuk periode Juli, Agustus, September, pencairan akan dilakukan pada Oktober.
“Pembayarannya nanti kita bayar 3 bulan sekali. Juli, Agustus, September harusnya bayar nih ya. Sekarang jadi ketemunya di Oktober. Jadi ketika BA (Berita Acara) udah oke, langsung dicairkan,” pungkasnya.***