SERANG– Kompetisi ketat diprediksi terjadi dalam agenda tahunan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Banten 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaluddin menyebut, estimasi pendaftar sekitar 100 ribu siswa, sementara daya tampung sekolah negeri hanya 82.703 kursi. Artinya, sekitar kurang dari 20 ribu siswa harus mencari alternatif lain.
Untuk menutup selisih itu, Pemprov Banten menyiapkan 801 sekolah swasta gratis tanpa biaya SPP sebagai jaring pengaman. Skema ini jadi solusi agar tidak ada lulusan SMP yang putus sekolah karena keterbatasan kursi negeri.
Jamaluddin memaparkan rincian daya tampung, sebanyak 48.003 kursi untuk SMA Negeri dan 34.699 kursi untuk SMK Negeri. Total sebanyak 82.703 kursi yang diperebutkan
Dengan proyeksi 100 ribu pendaftar, kondisi ini membuat jalur domisili, prestasi, dan afirmasi diprediksi makin kompetitif.
“Sistem sengaja kami bagi per tahapan agar lebih jelas. Jika anak tidak diterima di jalur domisili lingkungan, orang tua masih bisa daftar di jalur domisili wilayah atau jalur prestasi. Ini memberi ruang kedua dan lebih terbuka,” jelas Jamaluddin.
Melihat gap 20 ribu kursi, Pemprov menggandeng 801 sekolah swasta yang mengikuti program sekolah gratis di seluruh wilayah Banten. Jika ditambah Madrasah Aliyah (MA) mitra, total kapasitas cadangan mencapai 70 ribu kursi.
“Orang tua tidak perlu khawatir. Anak yang tidak dapat kursi negeri masih punya kesempatan besar masuk swasta gratis tanpa dipungut SPP. Secara otomatis daya tampung kita aman dan tercover,” tegas Jamaluddin.
Program swasta gratis ini sudah berjalan beberapa tahun dan jadi bantalan Pemprov Banten agar angka putus sekolah SMA/SMK ditekan ke titik minimal.
Meski jadi jaring pengaman atau solusi, Dindikbud tidak melepas pengawasan. Jamaluddin meminta masyarakat melapor jika ada sekolah swasta berlabel gratis tapi masih menarik pungutan.
“Evaluasi sedang berjalan. Sekolah swasta gratis yang terbukti melanggar komitmen, sanksinya tegas: pengurangan kuota atau pemotongan bantuan dari Pemprov,” pungkasnya.
Ia menegaskan asas dalam SPMB 2026 yang berkeadilan, transparan, inklusif, tanpa diskriminasi. Orang tua diimbau tidak percaya calo dan hanya mengikuti alur resmi di portal SPMB Dindikbud Banten.
Dengan daya tampung negeri terbatas dan pendaftar membludak, tahun ini persaingan masuk SMA/SMK negeri Banten dipastikan lebih ketat. Tapi Pemprov Banten mengklaim tidak ada siswa yang akan terlantar karena opsi swasta gratis sudah disiapkan. ***