TANGERANG– Gubernur Banten Andra Soni menyebut Program Makan Bergizi Gratis atau (MBG) membawa dua dampak besar. Selain meningkatkan semangat belajar siswa, program ini juga berhasil mensejahterakan petani di Banten.
Hal itu disampaikan Andra saat memberikan sambutan kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, dalam acara Gempar Youth Leader Summit 2026 di Kota Tangerang, Jumat (4/9/2026).
“Dampak MBG ini luar biasa. Selain meningkatkan semangat belajar anak-anak, secara ekonomi juga berhasil menggerakkan ekosistem ekonomi kerakyatan,” ujar Andra.
Menurut Andra, saat ini sebanyak 3,5 juta anak sekolah di Banten telah menjadi penerima manfaat Program MBG.
Efek domino dari program tersebut langsung dirasakan oleh sektor pertanian. Hal ini dibuktikan dengan data Nilai Tukar Petani (NTP) Banten Agustus 2026 yang tercatat berada di angka 113,02.
“NTP di atas 100 artinya daya beli petani meningkat. Ini menunjukkan MBG berhasil menghidupkan ekonomi dari desa,” ujarnya.
Gubernur Andra juga menyebut Pemprov Banten terus mendukung ketahanan pangan agar suplai bahan baku MBG aman.
Hingga tahun 2026, Pemprov telah membangun 81 kilometer saluran irigasi yang mampu mengairi sekitar 10 ribu hektare sawah.
“Dampaknya, masa tanam padi bertambah dari semula dua kali menjadi tiga kali setahun. Produksi padi pun meningkat menjadi 1,8 juta ton per tahun. Walaupun dekat dengan Jakarta, Banten kini mampu menjadi lumbung padi nasional peringkat kedelapan,” papar Andra.
Andra menambahkan, implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto berjalan paralel di Banten. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi Banten pada 2025 mencapai 5,37 persen, naik dari 4,75 persen di 2024. Pada triwulan I 2025 bahkan tembus 5,64 persen.
“Kami optimis, langkah ini akan mempercepat kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andra.
Program lain yang berjalan adalah pembentukan 1.551 Koperasi Merah Putih di seluruh desa/kelurahan, dengan lebih dari 700 di antaranya sudah beroperasi. Serta program sekolah gratis bagi 120 ribu siswa SMA, SMK, dan SKh swasta kelas X dan XI.
Menanggapi hal itu, Hashim Djojohadikusumo menyebut MBG sebagai upaya nyata membangun kualitas SDM.
“MBG adalah salah satu upaya nyata dalam membangun kualitas SDM kita,” ujarnya.
Ketua Gempar Youth Leader Summit 2026 Yohanes Sirait menambahkan acara yang dihadiri 500 pemuda ini bertujuan mencetak pemimpin masa depan.
“Kami bertekad anak muda tidak hanya bersiap menjadi pemimpin di masa depan, tetapi mulai memimpin dari saat ini,” pungkasnya.***