SERANG – Pesan toleransi dan persatuan digaungkan dalam Harmony Speech Festival Berbasis Dalil Kitab Suci Lintas Agama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang di Gedung Negara Provinsi Banten, Rabu (19/8/2026).
Festival yang mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang agama tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Banten Andra Soni.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi pidato, tetapi dapat menjadi ruang pendidikan, dialog, dan interaksi lintas agama untuk memperkuat kerukunan di tengah keberagaman.
Harmony Speech Festival digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-19 Kota Serang.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya menyampaikan apresiasi kepada FKUB Kota Serang yang telah menggagas kegiatan Harmony Speech Festival. Kegiatan ini dapat menjadi ruang pendidikan, dialog, dan interaksi lintas agama,” ujar Andra Soni.
Menurut Andra, keberagaman merupakan kekuatan sosial sekaligus modal penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Karena itu, perbedaan harus dikelola melalui toleransi, dialog, gotong royong, serta penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
“Keberagaman merupakan kekuatan sosial dan modal penting dalam membangun Indonesia Emas 2045,” katanya.
Andra juga memberikan penghargaan kepada para tokoh agama di Kota Serang dan Provinsi Banten yang selama ini berperan dalam menjaga harmoni serta stabilitas sosial.
Ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah, FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Andra turut menyoroti pentingnya pendidikan multikultural.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang dapat hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan.
“Perbedaan agama, suku, budaya, dan latar belakang bukan alasan untuk saling menjauh atau melakukan diskriminasi, tetapi kesempatan untuk belajar, memahami, dan membangun persaudaraan,” ujarnya.
Ia mengatakan nilai toleransi, empati, kesetaraan, saling menghormati, dan gotong royong perlu ditanamkan sejak lingkungan keluarga, sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi hingga masyarakat.
Pesan tersebut secara khusus disampaikan kepada generasi muda Banten. Andra meminta anak muda tetap teguh dalam keyakinan, terbuka dalam pergaulan, sekaligus menjaga persatuan.
“Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk membangun kebencian. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang memecah belah,” tegasnya.
Di tengah pesatnya perkembangan media sosial, Andra juga mengingatkan bahwa menjaga persatuan merupakan bagian dari patriotisme.
Ia mengajak generasi muda memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan pesan kebaikan, perdamaian, dan persaudaraan.
“Di era digital, menjaga persatuan juga merupakan bentuk patriotisme,” katanya.
Andra meminta peserta Harmony Speech Festival menjadikan kitab suci masing-masing sebagai sumber nilai moral universal yang dapat memperkuat kemanusiaan dan persatuan.
Menurutnya, nilai kasih sayang, persaudaraan, keharmonisan, cinta kasih, dan welas asih yang terdapat dalam berbagai ajaran agama dapat menjadi fondasi bersama untuk membangun masyarakat yang toleran dan damai.
“Jadikan kitab suci yang menjadi sumber keyakinan kita masing-masing sebagai sumber nilai moral universal untuk memperkuat kemanusiaan dan persatuan,” ujarnya.
Andra berharap Harmony Speech Festival tidak berhenti sebagai ajang kompetisi pidato. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan kebaikan sekaligus mempererat hubungan antarpemeluk agama.
“Kata-kata memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pikiran, menggerakkan hati, dan mengubah realitas,” kata Andra.
Ia pun mengajak seluruh peserta menjadikan setiap pesan yang disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan di Banten.
“Jadikan setiap kata sebagai jembatan persaudaraan, setiap nilai agama sebagai energi kemanusiaan, dan setiap perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Banten dan Indonesia,” pungkasnya.
Bukan Ajang Membandingkan Kitab Suci
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Sarkowi menegaskan Harmony Speech Festival tidak dimaksudkan sebagai arena untuk membandingkan atau menentukan kitab suci mana yang memiliki dalil paling kuat.
Menurutnya, kegiatan tersebut justru dirancang untuk mendekatkan generasi muda dengan ajaran agamanya masing-masing sekaligus menemukan nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ini saya nyatakan dan saya tegaskan bukan dalam rangka membandingkan mana dalil yang lebih hebat antara kitab suci yang satu dengan yang lain,” ujar KH Matin.
Ia mengatakan FKUB ingin mendorong generasi muda mempelajari kitab sucinya secara utuh sehingga memahami bahwa kehidupan beragama dan kehidupan bernegara tidak harus dipertentangkan.
KH Matin menilai agama dan negara membutuhkan situasi yang aman dan harmonis. Karena itu, Harmony Speech Festival diarahkan untuk memperkuat hubungan antara keyakinan beragama dengan kehidupan kebangsaan.
“Dari Banten kita menyuarakan kedamaian dan menyuarakan NKRI harga mati,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Serang Budi Rustandi yang dinilai memberikan dukungan terhadap agenda toleransi dan moderasi beragama di Kota Serang.
Kerukunan Dukung Pariwisata dan Investasi
Di sisi lain, Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan Harmony Speech Festival menjadi salah satu bukti nyata upaya Pemerintah Kota Serang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
Budi mengapresiasi FKUB Kota Serang dan Gubernur Banten Andra Soni yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Ini adalah bukti nyata Pemerintah Kota Serang menyatukan berbagai umat beragama dalam rangka persatuan dan kesatuan,” ujar Budi.
Menurut Budi, kerukunan tidak hanya penting untuk menjaga kondisi sosial tetap aman dan kondusif, tetapi juga berkaitan dengan upaya mendorong investasi dan pariwisata di Kota Serang.
Ia mengatakan Kota Serang tengah diarahkan menjadi daerah dengan ekosistem yang lengkap, mulai dari sektor pariwisata, industri, perdagangan hingga jasa.
Budi juga mengungkapkan adanya rencana pengembangan kawasan wisata baru di Banten Lama yang saat ini masih dalam tahap pembahasan dan kajian.
“Jadi setiap ini Kota Serang itu fokus kepada wisatawan, pariwisata, industri, perdagangan dan jasa, jadi semuanya komplit,” katanya.
Budi menegaskan Harmony Speech Festival merupakan bagian dari upaya membangun Kota Serang yang bersatu tanpa membedakan agama, ras, suku maupun budaya.
“Iya, ini bagian daripada untuk menuju ke sana. Ini dalam rangka menjadikan Kota Serang untuk bersatu dulu, bahwa tidak boleh ada perbedaan di antara agama,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan FKUB tersebut berjalan berdasarkan instruksi dan arahannya sebagai Walikota Serang.
“FKUB tentunya sesuai dengan instruksi dan arahan saya,” katanya.***